SULUT – PT Meares Soputan Mining (MSM) memberikan penjelasan terkait perkembangan jalur trans Likupang-Bitung dalam pertemuan bersama Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Pihak PT MSM menyampaikan bahwa secara teknis, pembangunan jalan baru sepanjang 2,31 km telah rampung pada Februari 2026 lalu.
Ini terungkap dalam Rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi III, Senin (27/4/2026) ini menghadirkan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut dan manajemen PT Meares Soputan Mining (MSM)
Namun, perusahaan menegaskan bahwa selesainya pembangunan fisik tidak serta-merta membuat jalan tersebut bisa langsung digunakan oleh publik
Persoalan ini mencuat setelah tokoh masyarakat Minahasa Utara, Richard Tatuil dan Herman Papie, menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan nasional yang rusak parah dalam waktu cukup lama.
Tatuil menegaskan bahwa kerusakan tersebut telah melumpuhkan aktivitas ekonomi warga dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
“Ini sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan angkutan produksi masyarakat, bahkan sudah mengancam jiwa para pengguna jalan,” ujar Tatuil yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara.
Deputy Manager External Relations PT MSM, Herry Sinyo Rumondor, menjelaskan bahwa pihaknya telah membangun jalan alternatif sebagai solusi atas penurunan level (kerusakan) pada ruas jalan nasional tersebut.
Pembangunan ini diklaim telah melalui pengawasan teknis dari BPJN.
Namun, Rumondor mengakui adanya kendala di lapangan karena sebagian warga masih menolak menggunakan akses jalan alternatif yang telah disediakan.
“Jalan alternatif masih mendapat penolakan warga untuk digunakan,” ungkapnya.
Lanjutnya, Saat ini perusahaan sedang memperbaiki jalan nasional eksisting yg mengalami penurunan level.
Perbaikan ini membutuhkan waktu sekitar 5-6 bulan.Sementara jalan ini diperbaiki, perusahaan mengijinkan warga masyarakat menggunakanu jalan milik perusahan untuk digunakan, karena mempertimbangkan faktor keamanan.
Sikap perusahaan ini, menindaklanjuti permintaan warga, Muspika kecamatan Ranowulu dan kecamatan Likupang Timur
Di sisi lain, Kasubag Tata Usaha BPJN Sulut, Jenry Wongkar, memaparkan bahwa saat ini sedang berproses usulan tukar guling (ruilslag) aset negara.
Ruas jalan nasional yang rusak tersebut rencananya akan digantikan oleh jalan yang dibangun internal PT MSM.
“Prosesnya masih berjalan karena jalan nasional merupakan aset negara yang harus dipertanggungjawabkan,” jelas Wongkar.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Komisi III DPRD Sulut memutuskan untuk meninjau langsung lokasi konflik guna mendapatkan data yang lebih akurat serta solusi yang tepat dengan tidak menimbulkan permasalahan baru.
“Kamis ini kita akan melakukan check on the spot. Setelah itu, kami akan menggelar pertemuan lanjutan dengan masyarakat untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan ini,”tegas Berty Kapojos.
RDP dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Berty Kapojos, didampingi Nick Lomban dan Royke Anter, serta dihadiri anggota komisi lainnya yakni Toni Supit, Amir Liputo, Haslinda Rotinsulu, dan Gracia Oroh.