Ditpolairud Polda Sulut Evakuasi Dua Nelayan Korban Perahu Tenggelam di Perairan Bitung
BITUNG, Indo-news.id — Kapal Patroli (KP) Shiptender XV-111 milik Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara melaksanakan operasi pertolongan terhadap dua nelayan yang mengalami musibah perahu tenggelam saat memancing di perairan Kota Bitung, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 19.30 WITA.
Kedua nelayan yang menjadi korban dalam insiden tersebut diketahui bernama Steven Lembo (47) dan Vernando (20).
Keduanya merupakan warga Kelurahan Manembo-Nembo, Kota Bitung.
Beruntung, sebelum petugas tiba di lokasi, kedua nelayan tersebut terlebih dahulu berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal ikan yang kebetulan melintas di sekitar tempat kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, musibah terjadi ketika kedua nelayan sedang melakukan aktivitas memancing di laut.
Dalam situasi yang belum diketahui penyebab pastinya, perahu yang mereka gunakan mengalami musibah hingga tenggelam.
Beruntung, kapal ikan yang melintas segera memberikan pertolongan sehingga nyawa kedua nelayan berhasil diselamatkan.
Setelah menerima laporan terkait kejadian tersebut, personel Ditpolairud Polda Sulut yang menggunakan KP Shiptender XV-111 langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban serta melakukan langkah-langkah penanganan lanjutan.
Saat diterima oleh petugas, Steven Lembo dan Vernando berada dalam kondisi selamat dan sehat.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan awal untuk memastikan tidak ada gangguan kesehatan akibat musibah yang mereka alami di tengah laut.
Tidak hanya fokus pada penyelamatan korban, personel KP Shiptender XV-111 juga melaksanakan upaya evakuasi terhadap perahu yang tenggelam.
Dengan menggunakan kapal patroli, petugas menarik perahu tersebut menuju pesisir Kelurahan Kareko agar dapat diperiksa serta dilakukan perbaikan lebih lanjut.
Direktur Polairud Polda Sulawesi Utara, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menjelaskan bahwa kegiatan pertolongan tersebut merupakan bagian dari tugas pokok kepolisian dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan.
Menurutnya, kesiapsiagaan personel di lapangan menjadi faktor penting dalam menangani berbagai situasi darurat yang dapat terjadi sewaktu-waktu di laut.
“Saya mengapresiasi kesiapsiagaan dan kerja cepat seluruh personel yang terlibat dalam penanganan musibah ini. Hal ini menunjukkan komitmen kami sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas di laut,” ujar Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas.
Ia juga berharap agar semangat kepedulian dan kesiapsiagaan seluruh anggota Ditpolairud terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Menurutnya, pelayanan cepat terhadap masyarakat merupakan bagian penting dari tugas kepolisian dalam menciptakan rasa aman di wilayah perairan Sulawesi Utara.
“Kami berharap seluruh personel senantiasa siaga 24 jam dan mampu memberikan pertolongan secepatnya ketika ada laporan. Selain itu, kami juga mengimbau seluruh nelayan untuk selalu berhati-hati, memeriksa kondisi perahu dan peralatan keselamatan sebelum melaut, serta memantau informasi cuaca agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.
Sementara itu, Steven Lembo mewakili rekannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan baik oleh awak kapal ikan yang pertama kali menolong mereka maupun oleh personel Ditpolairud yang melanjutkan proses evakuasi.
“Kami sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan, baik dari kapal ikan yang melintas maupun dari petugas patroli Polairud yang datang membantu mengangkut perahu kami,” ungkap Steven.
Ia menilai kehadiran patroli laut memberikan rasa aman bagi para nelayan yang setiap hari mencari nafkah di laut.
Menurutnya, keberadaan aparat di wilayah perairan menjadi bukti nyata bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat pesisir.
“Ini membuktikan bahwa ada perlindungan bagi kami nelayan. Kami merasa lebih aman mengetahui ada patroli yang siap membantu kapan saja dibutuhkan,” ujarnya.
Musibah yang berakhir tanpa korban jiwa tersebut menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antara masyarakat, nelayan, dan aparat keamanan dalam menjaga keselamatan pelayaran serta memperkuat budaya saling membantu di wilayah perairan Sulawesi Utara.