Kekeringan Meluas, Pemkab Sitaro Distribusikan Puluhan Ribu Liter Air Bersih

1,008

SITARO – Dampak kekeringan yang mulai membatasi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mendorong pemerintah daerah meningkatkan distribusi air kepada masyarakat.

Penyaluran dilakukan secara langsung dengan mengerahkan armada dari sejumlah perangkat daerah untuk menjangkau wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air, mulai dari Kecamatan Siau Timur, Siau Barat Selatan hingga Tagulandang Selatan.

Di Kecamatan Siau Timur, armada Damkar BPBD Sitaro mendistribusikan air bersih ke Kampung Bebali. Sebanyak dua ret air dengan kapasitas masing-masing 3.000 liter disalurkan ke Lindongan 2 dan Lindongan 3.
Distribusi juga dilakukan di Batusenggo, Kecamatan Siau Barat Selatan, dengan dua ret air bersih. Masing-masing armada membawa 3.000 liter air.

Sementara itu, armada PUPRKP Sitaro turut memperkuat pelayanan. Sebanyak 4.000 liter air disalurkan ke Bebali Lindongan 3 RT 02.
Armada tersebut juga bergerak ke sejumlah lokasi lain. Masing-masing satu ret berkapasitas 4.000 liter disalurkan ke Kanang, Kecamatan Siau Timur, khususnya Lindongan 1 dan 2, serta ke Makoa, Kecamatan Siau Barat Selatan.

Pemenuhan kebutuhan air di Makoa turut mendapat dukungan dari PDAM Sitaro. Sebanyak 3.000 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Distribusi Menjangkau Tagulandang
Penanganan dampak kekeringan tidak hanya terfokus di Pulau Siau. Di wilayah Tagulandang, armada Damkar Satpol PP Tagulandang ikut dikerahkan untuk membantu masyarakat.

Sebanyak 3.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Desa Buha, Kecamatan Tagulandang Selatan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari respons Pemkab Sitaro dalam menghadapi kondisi cuaca kering yang berpengaruh terhadap ketersediaan air untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Koordinasi antarperangkat daerah terus diperkuat agar distribusi air dapat menyasar wilayah yang paling membutuhkan, khususnya daerah dengan sumber air yang mulai terbatas.

Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok. Penghematan air dinilai penting untuk menjaga persediaan selama kondisi kering masih berlangsung.
Masyarakat di wilayah terdampak juga diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat apabila membutuhkan dukungan pasokan air bersih.