BOLMONG – Sebuah jembatan tidak selalu dimulai dari beton yang kokoh. Di Kelurahan Gogaluman, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, pembangunan Jembatan Garuda Tahap VII justru dimulai dari tanah yang digali, air yang harus dipompa dan besi yang satu per satu dipasang.
Memasuki hari keempat, Senin (07/09/2026), pembangunan Jembatan Beton Garuda di atas Sungai Tua terus berlanjut. Tahapan pekerjaan hari ini difokuskan pada pemasangan besi lantai kerja sebagai bagian penting dari proses pembangunan jembatan berukuran 6 meter x 4 meter tersebut.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program Presiden Republik Indonesia, yang diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses dan mendukung aktivitas warga.
Di tengah aktivitas pembangunan, Babinsa Koramil 1303-10/Poigar Serka Muh Rusli turut hadir melakukan pendampingan di lokasi pembangunan Jembatan Garuda.
Menurut Serka Muh Rusli, kehadiran Babinsa merupakan bentuk kepedulian dan dukungan TNI terhadap pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami akan terus mendampingi kegiatan pembangunan ini. Yang terpenting, setiap tahapan dapat berjalan dengan baik dan nantinya jembatan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Serka Muh Rusli.
Kondisi lokasi yang berada di sekitar aliran Sungai Tua membuat pekerjaan membutuhkan ketelitian dan kerja sama. Sejumlah pekerja terlihat melaksanakan pekerjaan di area dasar jembatan, sementara peralatan pompa digunakan untuk membantu mengurangi genangan air di lokasi pekerjaan.
Bagi warga, keberadaan jembatan memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar sebuah infrastruktur. Jembatan adalah akses menuju aktivitas sehari-hari, penghubung antarwilayah dan bagian dari harapan agar mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.(Farisa)