Pemprov Sulut Gelar Job Fair Terdaftar 60 Perusahaan Dengan 2.900 Lowongan, Victor Mailangkay : Strategi Konkret Penanggulangan Pengangguran
SULUT – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut)
percepat penanggulangan pengangguran gelar Job Fair mempertemukan langsung pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja terdaftar 60 perusahaan yang menjadi peserta dengan kurang lebih 2.900 lowongan.
Giat Job Fair Pemprov Sulut ini digelar oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH.
Wagub Victor menyampaikan bahwa Job Fair ini merupakan salah satu strategi konkret Pemprov Sulut untuk mempercepat penanggulangan pengangguran dan mempertemukan langsung pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja.
“Provinsi Sulawesi Utara dan seluruh pihak terkait sudah menginisiasi pelaksanaan kegiatan yang bernilai penting ini. Kiranya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, serta memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah Sulawesi Utara,” ujar Wagub Victor.
Ia juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan di Sulut berdasarkan data BPS Sulut melalui Sakernas Mei 2026.
Jumlah angkatan kerja Sulut tercatat 1,37 juta orang. Dari jumlah itu, penduduk yang bekerja sebanyak 1,29 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,85% atau sekitar 80 ribu orang.
Angka ini mengalami kenaikan dibanding Februari 2026. Saat itu angkatan kerja 1,34 juta orang, dengan TPT 5,75% atau 77 ribu orang. Artinya, terjadi kenaikan pengangguran terbuka sebanyak 3 ribu orang atau 0,11%.
Sekdis Nakertrans Sulut Noldy Salindeho menambahkan, Job Fair tahun ini mengalami peningkatan signifikan.
“Kita membuka seluas-luasnya. Ada 60 perusahaan yang menjadi peserta dengan kurang lebih 2.900 lowongan. Ini meningkat dibanding 2025 yang 2.700. Jadi ada penambahan kurang lebih 200. Bahkan masih banyak perusahaan yang pada hari ini membuka lebih dari jumlah yang sudah didaftarkan, karena memang kebutuhan kerja di Sulawesi Utara itu ternyata banyak,” jelas Noldy.
Noldy juga menekankan pesan Wagub Victor terkait kualitas tenaga kerja Sulut. Menurutnya, yang paling ditonjolkan perusahaan saat ini adalah integritas dan etos kerja.
“Tadi juga Bapak Wakil Gubernur selalu menekankan. Pas dengan Sulawesi Utara karena yang ditonjolkan yaitu integritas dan etos kerja. Dua-duanya Sulawesi Utara kaya akan SDM seperti itu. Perusahaan nasional maupun lokal mencari tenaga kerja karena punya landasan bahwa tenaga kerja di Sulut handal dalam hal itu. Skill bisa diasah, tapi dua hal itu jadi landasan utama,” ungkapnya.
Ia yakin hal ini sejalan dengan visi Gubernur Yulius Selvanus dan Wagub Victor Mailangkay bagaimana Dinas Tenaga Kerja menjadi salah satu pilar dalam mencapai Sulawesi Utara yang Maju Sejahtera dan Berkelanjutan