Wabup Pasuruan Hadiri Jambore Perhutanan Sosial Jatim 2026, Dukung Petani Hutan Naik Kelas

0

Madiun, indo-news.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan perhutanan sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, dalam pembukaan Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 yang digelar di Alun-Alun Reksogati, Caruban, Kabupaten Madiun, Sabtu (13/6/2026).

Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang ditandai dengan pemukulan kentongan didampingi Bupati Madiun, Hari Wuryanto.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan hingga ribuan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, mulai dari Kelompok Tani Hutan (KTH), Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), hingga kalangan akademisi.

Mengusung tema “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera”, jambore ini menjadi wadah konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antar pelaku perhutanan sosial dalam menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya hilirisasi produk hasil hutan agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Kita tidak boleh berhenti hanya di produksi. Petani hutan harus bisa mengolah dan menambah nilai produknya sendiri, supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Khofifah.

Kehadiran Wakil Bupati Pasuruan dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemkab Pasuruan terhadap pengembangan sektor perhutanan sosial yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.

Terlebih, Kabupaten Pasuruan memiliki sejumlah wilayah penghasil kopi yang berkembang melalui skema perhutanan sosial.

Usai mengikuti pembukaan acara, Wabup Shobih Asrori meninjau berbagai stan produk unggulan hasil perhutanan sosial. Salah satu yang mendapat perhatian khusus adalah stan petani kopi asal Kecamatan Purwodadi yang menampilkan produk kopi unggulan Kabupaten Pasuruan.

Menurutnya, keikutsertaan petani kopi Pasuruan dalam jambore tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kualitas produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran.

“Ajang seperti ini sangat penting untuk mendorong petani dan pelaku usaha perhutanan sosial agar semakin berkembang, memiliki daya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain menjadi sarana promosi produk unggulan daerah, Jambore Perhutanan Sosial Jawa Timur 2026 juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam pengelolaan hutan berkelanjutan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap sektor perhutanan sosial dapat terus berkembang sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang tetap selaras dengan upaya pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.(Koko)