Sitaro – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Heronimus Makainas, SE, MM, mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dapat terjadi akibat musim kemarau.
Menurut Plt Bupati Heronimus Makainas, kondisi cuaca yang ditandai dengan berkurangnya intensitas hujan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara perlu mendapat perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sitaro untuk bersama-sama mengantisipasi dampak musim kemarau dengan melakukan penghematan penggunaan air bersih dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujar Heronimus Makainas, Kamis (2/7/26).
Ia menegaskan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar, tidak meninggalkan api di kawasan hutan, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, Plt Bupati juga meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan yang berpotensi menimbulkan kebakaran, seperti alat-alat listrik, kompor, dan lilin.
Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Sitaro siap memberikan bantuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sesuai mekanisme yang berlaku.
“Saya juga menginstruksikan kepada seluruh camat, lurah, dan kapitalau agar terus menyosialisasikan imbauan ini kepada masyarakat sebagai langkah bersama dalam mencegah terjadinya bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sitaro,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro berharap melalui langkah antisipatif dan kerja sama seluruh masyarakat, dampak musim kemarau dapat diminimalisir sehingga keamanan dan keselamatan warga tetap terjaga.