Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI di Bolaang Mongondow Capai 60 Persen
BOLMONG – Pembangunan Jembatan Garuda Tahap VI yang berada di Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, telah mencapai sekitar 60 persen, Minggu (16/08/2026).
Jembatan yang dibangun melintasi Sungai Mongondow tersebut memiliki panjang 16 meter dan lebar 4 meter. Pekerjaan konstruksi terus dilakukan dengan melibatkan unsur di wilayah, termasuk Babinsa Koramil 1303-04/Lolayan, Serda Apdal Mamonto.
Dalam kegiatan terbaru, Babinsa turut melaksanakan normalisasi alur sungai menggunakan excavator. Selain itu, pekerjaan di lokasi meliputi penimbunan bagian abutment pondasi dan pengecoran lantai injak pondasi.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran tahapan pembangunan sekaligus memastikan kondisi area pekerjaan dapat menunjang proses konstruksi berikutnya.
Keterlibatan Babinsa dalam pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pelaksanaan pembinaan teritorial TNI di wilayah. Kehadiran personel di lapangan diarahkan untuk membangun koordinasi dan komunikasi dengan masyarakat serta unsur terkait dalam mendukung kegiatan pembangunan.
Serda Apdal Mamonto mengatakan, dukungan terhadap pembangunan jembatan merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat di wilayah binaannya.
“Kami akan terus membantu sesuai tugas dan kemampuan kami di lapangan. Harapannya, pembangunan ini dapat berjalan lancar dan nantinya memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung akses dan aktivitas warga,” ujar Babinsa.
Jembatan Garuda Tahap VI disebut menjadi salah satu titik dari pembangunan 5.000 jembatan di wilayah Kodim 1303/Bolmong yang merupakan bagian dari program pemerintah. Dengan progres sekitar 60 persen, pekerjaan pembangunan masih berlanjut pada sejumlah bagian konstruksi. Penyelesaian pembangunan diharapkan dapat memperkuat konektivitas masyarakat di Desa Mengkang dan wilayah sekitarnya.
Bagi masyarakat yang selama ini beraktivitas di sekitar Sungai Mongondow, jembatan tersebut nantinya bukan sekadar konstruksi beton dan baja. Infrastruktur itu menjadi bagian dari kebutuhan mobilitas warga, sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi aktivitas sosial dan ekonomi.(Farisa)