Warga Minta Jalan Khusus PT TNN Diusulkan Dibuka Sementara untuk Bantu Mobilitas Warga Bitung
BITUNG, Indo-news.id — Pemerintah Kota Bitung bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, PT Tambang Tondano Nusajaya (TNN), aparat keamanan, DPRD Provinsi Sulawesi Utara, dan perwakilan masyarakat Tinerungan menggelar rapat koordinasi terkait pengoperasian jalan khusus milik PT TNN di Hotel Fave Bitung, Senin (15/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, Kepala BPJN Sulawesi Utara Handiyana, anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara, jajaran manajemen PT TNN, unsur TNI, serta masyarakat Tinerungan yang terdampak persoalan akses jalan.
Pertemuan ini digelar untuk membahas solusi atas polemik penggunaan jalan khusus PT TNN yang muncul setelah terjadinya longsor di ruas jalan nasional Girian-Likupang.
Selain itu, rapat juga membahas kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang aman selama proses perbaikan jalan berlangsung.
Presiden Direktur PT TNN, David Sompie, menjelaskan bahwa terdapat tiga persoalan utama yang menjadi latar belakang pembahasan tersebut.
Persoalan pertama berkaitan dengan jalan khusus sepanjang 3,1 kilometer yang telah dibangun perusahaan dengan spesifikasi jalan nasional dan telah selesai sejak akhir tahun lalu.
Menurut David Sompie, sejak awal perusahaan telah mengusulkan agar jalan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Namun, proses tersebut belum dapat terlaksana sepenuhnya karena masih terdapat sebagian warga yang menginginkan pembebasan seluruh lahan yang berada di sisi timur permukiman mereka.
David Sompie menjelaskan bahwa perusahaan telah melakukan pembebasan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bahkan lebih dari setengah warga telah menerima kompensasi atas lahan mereka, sementara sekitar 30 keluarga telah direlokasi ke kawasan Danowudu.
“Perusahaan telah melakukan pembebasan lahan dan lebih dari setengah warga sudah menerima kompensasi. Bahkan sekitar 30 keluarga telah direlokasi ke kawasan Danowudu. Namun masih ada sebagian warga yang belum sepakat dengan nilai ganti rugi yang ditetapkan berdasarkan hasil appraisal independen,” ujar David Sompie, Senin (15/6/2026)
Persoalan kedua menyangkut longsor yang terjadi di ruas jalan utama Girian-Likupang yang sebelumnya sempat diperbaiki oleh PT TNN.
Kondisi tersebut mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas dan mendorong perusahaan berkoordinasi dengan BPJN Sulawesi Utara untuk memanfaatkan jalur alternatif sementara.
Namun demikian, jalur alternatif yang tersedia saat ini dinilai belum memenuhi standar jalan nasional dan memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi bagi pengguna jalan.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, PT TNN telah menempatkan petugas di lapangan guna menerapkan sistem buka tutup arus kendaraan.
“Kami ingin fokus melakukan perbaikan karena kondisi saat ini cukup berbahaya bagi pengguna jalan. Teknologi perbaikan sudah siap diterapkan, tetapi pelaksanaannya membutuhkan pengaturan lalu lintas yang aman,” katanya.
Persoalan ketiga adalah pemanfaatan jalan khusus PT TNN yang telah selesai dibangun.
Menurut David Sompie, BPJN meminta perusahaan meminjamkan jalan tersebut untuk digunakan masyarakat selama proses perbaikan jalan nasional yang terdampak longsor berlangsung.
Dalam kesempatan itu, David Sompie juga menegaskan bahwa penyebab longsor yang terjadi belum dapat disimpulkan secara pasti sebagai dampak aktivitas pertambangan.
Menurutnya, diperlukan kajian ilmiah dan data teknis yang komprehensif sebelum menarik kesimpulan.
“Kami tidak bisa langsung menyimpulkan apakah longsor disebabkan aktivitas tambang atau faktor lain. Yang pasti, perusahaan memiliki sistem pemantauan pergerakan tanah secara real time sehingga potensi longsor sudah terdeteksi lebih awal dan akses jalan sempat ditutup sebelum kejadian terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, masyarakat Tinerungan yang hadir dalam rapat menyampaikan harapan agar jalan khusus PT TNN dapat segera dibuka sementara waktu demi kepentingan umum.
Mereka menilai jalur alternatif yang saat ini digunakan terlalu sempit dan kurang aman bagi pengguna jalan.
Agus Pangalila salah satu warga Tinerungan mengungkapkan bahwa kondisi jalan khusus perusahaan jauh lebih baik dibandingkan jalur alternatif yang tersedia saat ini.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat segera mengambil keputusan yang mengutamakan keselamatan warga.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu membuka jalan tersebut sementara waktu. Jalan alternatif kurang memadai dan sudah beberapa kali terjadi kecelakaan. Demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat, kami meminta akses jalan yang lebih aman,” ujar Agus Pangalila.
Meski demikian, warga juga menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan yang selama ini diberikan PT TNN kepada masyarakat terdampak.
Mereka berharap persoalan akses jalan dapat segera memperoleh solusi yang adil, aman, dan mengakomodasi kepentingan seluruh pihak.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal dalam mencari titik temu antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan terkait pemanfaatan jalan khusus PT TNN.
Hasil pembahasan diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang mendukung kelancaran mobilitas warga sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan selama proses penanganan longsor dan perbaikan ruas jalan nasional Girian-Likupang berlangsung.