Pemkot Bitung Dukung Pengembangan SPAM BIMATARA untuk Kebutuhan Air Minum Regional
BITUNG, Indo-news.id — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Ir. IGN Rudy Theno ST MT MAP, mewakili Wali Kota Bitung membuka kegiatan Konsultasi Publik Lingkungan dan Sosial Regional Water Supply Project terkait Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional BIMATARA (Bitung, Manado, dan Minahasa Utara), yang dilaksanakan di Ruang SH Sarundajang, Kota Bitung, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang didukung Asian Development Bank (ADB) dan dilaksanakan melalui kerja sama antara ADB dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam rangka mendukung pengembangan infrastruktur penyediaan air minum regional di Sulawesi Utara.
Rudy Theno menegaskan bahwa forum konsultasi publik menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan sistem penyediaan air minum regional benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Bitung, Manado, dan Minahasa Utara.
Menurutnya, air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditawar.
Karena itu, perencanaan dan pembangunan SPAM Regional BIMATARA harus dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, kapasitas terpasang air minum melalui Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung saat ini mencapai sekitar 388 liter per detik.
Kapasitas tersebut melayani sekitar 32.429 Sambungan Rumah (SR) dengan kapasitas produksi mencapai 239,05 liter per detik.
Dari kapasitas produksi tersebut, kemampuan distribusi air minum tercatat sebesar 233,52 liter per detik. Meski demikian, masih terdapat idle capacity sekitar 148,95 liter per detik serta tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) sebesar 38,69 persen.
Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan yang harus segera ditangani agar pelayanan air minum kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Jika tidak dilakukan langkah strategis, dikhawatirkan akan terjadi defisit layanan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dalam pemaparannya juga disebutkan bahwa Kota Bitung sebagai kota industri dan pintu gerbang perdagangan internasional memiliki kebutuhan air minum yang terus meningkat.
Pertumbuhan penduduk, perkembangan aktivitas ekonomi, serta pembangunan kawasan strategis nasional menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan kebutuhan air bersih di daerah tersebut.
Karena itu, SPAM Regional BIMATARA diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk mendukung kebutuhan air minum masyarakat sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi di kawasan Bitung dan wilayah sekitarnya.
“Proyek SPAM BIMATARA tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi regional antara tiga daerah, yakni Kota Bitung, Kota Manado, dan Kabupaten Minahasa Utara,” ujar Rudy Theno.
Lebih lanjut Theno menyampaikan melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap ketersediaan air minum yang layak dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat.
“Dalam rencana pengembangannya, SPAM BIMATARA akan memanfaatkan sumber air baku dari Bendungan Kuwil Kawangkoan serta pembangunan instalasi pengolahan air di Suwaan, Kabupaten Minahasa Utara,” katanya.
“Infrastruktur tersebut nantinya akan menjadi tulang punggung penyediaan air minum regional bagi daerah-daerah yang tergabung dalam proyek BIMATARA,” tambah Rudy Theno.
Pemerintah Kota Bitung juga menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan SPAM Regional BIMATARA yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Melalui forum konsultasi publik ini, berbagai masukan dari pemangku kepentingan, masyarakat, dan instansi terkait akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan perencanaan proyek,” katanya.
Dengan demikian, pembangunan SPAM BIMATARA dapat berjalan sesuai prinsip keberlanjutan, memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, serta mampu menjawab kebutuhan air minum regional dalam jangka panjang.