Ditpolairud Polda Sulut Evakuasi Nelayan Mati Mesin di Perairan Lembeh

0

BITUNG, Indo-news.id — Personel Kapal Polisi (KP) XV-102 Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat pesisir. 

Kali ini, petugas membantu seorang nelayan yang mengalami gangguan mesin perahu saat melaut di sekitar perairan Lembeh Batu Angus, Kelurahan Kasawari, Kota Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (2/6/2026).

Nelayan yang mendapatkan bantuan tersebut diketahui bernama Jendly Manompode (30), warga SMP 12, Kota Bitung. 

Saat kejadian, Jendly tengah menjalankan aktivitas mencari ikan di perairan sekitar Lembeh Batu Angus seperti biasanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petugas di lapangan, insiden bermula ketika perahu yang digunakan korban tiba-tiba mengalami mati mesin saat berada di tengah laut. 

Kondisi tersebut membuat nelayan tidak dapat melanjutkan pelayaran maupun kembali ke daratan dengan kemampuannya sendiri.

Pada waktu yang bersamaan, personel KP XV-102 Ditpolairud Polda Sulut yang sedang melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan tersebut mendapati sebuah perahu yang mengapung. 

Kapal patroli yang diawaki Komandan Kapal Aipda Reyfland Gandaria bersama Anak Buah Kapal (ABK) Brigpol Ahmad Husain Hasan kemudian mendekati lokasi untuk memastikan kondisi nelayan.

Ketika kapal patroli melintas tidak jauh dari posisi korban, Jendly Manompode segera memanggil petugas dan meminta pertolongan. 

Menyadari adanya nelayan yang mengalami kesulitan di laut, personel KP XV-102 langsung mengambil langkah cepat dengan mendekati perahu dan melakukan upaya bantuan.

Aipda Reyfland Gandaria bersama Brigpol Ahmad Husain Hasan kemudian melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi perahu yang mengalami kerusakan mesin. 

Setelah memastikan situasi aman, petugas melaksanakan proses evakuasi terhadap perahu milik nelayan tersebut agar dapat kembali ke daratan dengan selamat.

Berkat respons cepat dan kesiapsiagaan personel Ditpolairud Polda Sulut, proses pertolongan berlangsung lancar. 

Perahu yang sebelumnya terombang-ambing akibat mati mesin berhasil dievakuasi, sementara nelayan dapat kembali dengan aman tanpa mengalami cedera maupun gangguan lainnya.

Kegiatan pertolongan ini menjadi bagian dari tugas kemanusiaan sekaligus bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya para nelayan yang setiap hari menggantungkan mata pencaharian mereka di wilayah perairan Sulawesi Utara.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban di laut, patroli yang dilakukan Ditpolairud Polda Sulut juga bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat pesisir. 

Kehadiran kapal patroli di perairan menjadi salah satu upaya preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keselamatan pelayaran maupun keadaan darurat yang dapat dialami nelayan saat beraktivitas.

Ditpolairud Polda Sulut menegaskan bahwa keselamatan masyarakat di laut merupakan prioritas utama. 

Oleh karena itu, patroli rutin terus dilakukan guna memastikan aktivitas pelayaran, perikanan, dan kegiatan masyarakat pesisir dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Peristiwa yang dialami Jendly Manompode sekaligus menjadi pengingat bagi para nelayan untuk selalu memastikan kondisi mesin dan perlengkapan keselamatan sebelum melaut. 

Dengan persiapan yang baik serta dukungan pengawasan dari aparat kepolisian, risiko kecelakaan maupun keadaan darurat di laut dapat diminimalkan.

Melalui tindakan cepat yang dilakukan personel KP XV-102, Ditpolairud Polda Sulut kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah perairan Sulawesi Utara.