Puluhan Kawasan Terdampak Gangguan Pelayanan Air Akibat Cuaca Ekstrem

0

BITUNG, Indo-news.id — Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bitung dalam beberapa hari terakhir berdampak pada terganggunya sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Duasudara.

Intensitas hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan sumber air baku di beberapa lokasi mengalami kekeruhan tinggi sehingga pelayanan distribusi air bersih kepada pelanggan untuk sementara belum dapat dilakukan secara normal.

Menyikapi kondisi tersebut, Tim Gangguan Unit Reaksi Cepat (URC) Perumda Air Minum Dua Sudara langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan dan penanganan. 

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Duasudara, Alfred Salindeho SE MM, Kamis (28/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, tim melakukan pemeriksaan pada sejumlah titik sumber air baku di Sungai Tendeki, Danowudu dan Pinokalan. 

Dari hasil pemantauan di lapangan, kondisi air masih terlihat keruh kecoklatan akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Direktur Perumda Air Minum Duasudara,  Alfred Salindeho, mengatakan kondisi cuaca ekstrem saat ini memang berdampak langsung terhadap operasional Instalasi Pengolahan Air maupun fasilitas Saringan Pasir Lambat (SPL) yang menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan air bersih kepada masyarakat.

“Memang dampak dari curah hujan tinggi ini membuat SPL Sagerat dan pompa 150 IPA Pinokalan serta pompa 250 IPA Pinokalan dan Bak 500 Danowudu belum ada pelayanan,” ujar Alfred Salindeho saat meninjau lokasi air baku Tendeki.

Ia menjelaskan, tingkat kekeruhan air baku yang sangat tinggi membuat proses pengolahan air tidak dapat dilakukan secara maksimal. 

Demi menjaga kualitas air yang akan disalurkan kepada masyarakat, pihak Perumda memilih menghentikan sementara pelayanan di sejumlah wilayah terdampak.

Meski demikian, tim teknis di lapangan terus bekerja ekstra melakukan penanganan agar pelayanan dapat segera dipulihkan. 

Pihak Perumda berharap apabila kondisi hujan mulai reda hingga malam hari, maka proses normalisasi distribusi air bisa segera dilakukan.

“Kami terus bekerja keras di lapangan untuk penanganan gangguan ini. Mudah-mudahan kalau hujan reda, pelayanan bisa segera kembali normal,” tambahnya.

Perumda Air Minum Duasudara juga meminta seluruh pelanggan yang terdampak agar bersabar dan memahami kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. 

Gangguan tersebut murni disebabkan faktor alam yang mempengaruhi kualitas sumber air baku.

Adapun wilayah yang terdampak akibat Pompa Timur 150 Off meliputi Perum Beverly, Perum Glory Residence, Perum Paron, Perum Regina, Lorong Cendana, Primkop, Rizky Girian Indah, Clifford dan Glory Land.

Sementara dampak dari Pompa Timur 250 Off menyebabkan gangguan pelayanan di wilayah Giper Lama, Mangga Dua Bawah dan Atas, Perumnas Blok C, Perum Riski Wangurer Lama, Perum Riski Wangurer Residence, Perumnas Blok F Muka dan Belakang, SMP Kristen serta Lembeh Permai.

Sedangkan gangguan pelayanan dari Bak 500 Danowudu berdampak pada sebagian wilayah Pinokalan Bawah, Perum Griya Permata Asri Pinokalan, Perum Villa Pinokalan, sebagian Aspol, Kompleks Gereja Immanuel Pinokalan, depan Aspol Pinokalan, Rizky Artadinata, Asri Dua, KNPI, Patung Kuda, Kompleks Samsat, kawasan perkantoran, ruko belakang Pompa Bensin Tangkoko hingga Sari Plaza.

Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Bitung beberapa hari terakhir memang mempengaruhi berbagai sektor, termasuk pelayanan dasar masyarakat seperti distribusi air bersih. 

Karena itu, Perumda Air Minum Duasudara terus mengintensifkan pemantauan di lapangan agar proses pelayanan dapat kembali berjalan normal secepat mungkin.

Masyarakat diimbau tetap menghemat penggunaan cadangan air yang masih tersedia sambil menunggu proses pemulihan distribusi dilakukan oleh pihak Perumda. 

Pemerintah dan perusahaan daerah juga terus berkoordinasi untuk memastikan pelayanan air bersih kembali stabil ketika kondisi cuaca membaik.