Demo di Pemkot Pasuruan, Mahasiswa BEM-PMII Tuntut Wali Kota dan Wawali Mundur

773

Kota Pasuruan, indo-news.id – Kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kota Pasuruan kembali menggema. Massa mahasiswa yang tergabung dalam BEM dan PMII Kota Pasuruan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Pemerintah Kota Pasuruan, Jalan Pahlawan, Rabu (23/9/2026).

Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan yang mereka nilai menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu sorotan utama adalah pengelolaan anggaran yang dinilai belum tepat sasaran.

Mahasiswa mempertanyakan arah penggunaan anggaran pemerintah ketika di sisi lain masih terdapat kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah air bersih.

Persoalan tersebut bahkan tidak hanya disampaikan mahasiswa. Salah seorang warga Panggungrejo turut menyampaikan keluhan mengenai kesulitan mendapatkan air bersih.

Keluhan warga tersebut menjadi bagian penting dalam aksi. Mahasiswa menilai air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Mereka meminta Pemkot Pasuruan tidak hanya berbicara mengenai program dan pembangunan, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga benar-benar mendapatkan perhatian.

“Untuk apa anggaran besar digelontorkan kalau kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih masih sulit terpenuhi?” menjadi salah satu pertanyaan yang disuarakan dalam aksi tersebut.

Pertanyaan itu menjadi gambaran kritik mahasiswa terhadap arah kebijakan Pemkot Pasuruan, khususnya terkait prioritas anggaran dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Tak berhenti pada kritik anggaran dan pelayanan dasar, massa juga menyampaikan tuntutan politik. Mahasiswa menuntut Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan mundur apabila kebijakan pemerintah dinilai tidak pro rakyat.

Aksi berlangsung di depan Kantor Pemkot Pasuruan dengan membawa berbagai atribut organisasi dan poster tuntutan.

Di tengah aksi, massa kemudian ditemui langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota Pasuruan.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada pimpinan daerah.

Dengan adanya pertemuan tersebut, perhatian kini tertuju pada respons Pemerintah Kota Pasuruan terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan massa aksi.

Persoalan yang disorot mahasiswa bukan hanya soal demonstrasi, tetapi menyangkut bagaimana pemerintah menjawab kritik mengenai ketepatan sasaran anggaran dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk persoalan air bersih.

Mahasiswa telah menyampaikan tuntutannya. Warga juga telah menyampaikan keluhannya. Selanjutnya, langkah dan tindak lanjut Pemkot Pasuruan akan menjadi jawaban atas berbagai aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.(Koko)