Kapolda Yudo Hermanto Sambangi Pasar Bahu, Pererat Kedekatan Polri dengan Masyarakat

1

Manado, – Kepala Polda Sulawesi Utara Irjen Pol Yudo Hermanto turun langsung ke Pasar Bahu, Kecamatan Malalayang kamis 6 November 2026. Ia menggelar silaturahmi sekaligus dialog terbuka bersama warga yang beraktivitas di kawasan pasar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Kapolri bernama “Polisi Bersama Masyarakat”. Pasar Bahu dipilih sebagai lokasi karena menjadi pusat keramaian warga dari berbagai penjuru Manado. Kedatangan Kapolda disambut antusias oleh para pedagang, pengunjung pasar, dan tokoh warga setempat. Langkah ini menunjukkan kepolisian ingin dekat, bukan hanya berdiri di balik tembok kantor.

Berbagai jajaran penting ikut mendampingi Kapolda dalam kegiatan dialog warga tersebut. Hadir Kabid Humas Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo, Dirlantas Kombes Pol Yudi Kristanto, dan Dirbinmas Kombes Pol Rio Panelewen. Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid juga hadir untuk mengawal jalannya kegiatan di lapangan. Selain unsur kepolisian, turut hadir jajaran Pemerintah Kecamatan Malalayang dan Kelurahan Bahu. Warga dari berbagai latar belakang juga memenuhi lokasi kegiatan untuk menyampaikan aspirasinya. Kehadiran banyak pihak ini menjadi tanda sinergi kuat antarlembaga untuk kepentingan warga.

Suasana silaturahmi terasa hangat dan penuh keakraban, jauh dari kesan acara yang kaku. Kapolda Sulut menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mendengarkan suara warga secara langsung. Ia tidak hanya datang untuk menyampaikan program, tetapi juga siap menampung keluhan sehari‑hari masyarakat. Setiap masukan yang disampaikan warga akan dicatat dan dicarikan solusi yang realistis. Pendekatan seperti ini dimaksudkan untuk menghapus jarak antara kepolisian dan masyarakat luas. Polisi ingin dikenal sebagai sahabat warga yang siap membantu kapan saja dibutuhkan.

Salah satu bahasan utama dalam dialog adalah pengembangan potensi pemuda di wilayah Kelurahan Bahu. Kapolda melihat banyak anak muda di daerah ini punya bakat istimewa dalam cabang olahraga tinju. Bakat tersebut merupakan aset berharga yang harus dijaga dan dikembangkan dengan baik. Jika tidak ada wadah yang jelas, energi pemuda bisa tersalurkan ke hal‑hal yang merugikan. Oleh sebab itu, Polda Sulut berniat membuat program khusus untuk para petinju muda asal Bahu. Pembinaan olahraga menjadi salah satu cara menjauhkan remaja dari perilaku buruk.

Irjen Pol Yudo Hermanto menyampaikan kekhawatiran bila potensi pemuda tidak mendapatkan arahan yang tepat. Pemuda yang tidak memiliki kegiatan positif rentan terjerumus tawuran maupun penyalahgunaan narkoba. Olahraga tinju dinilai sangat cocok untuk menyalurkan energi sekaligus membangun kedisiplinan mental. Daripada remaja berkelahi di jalanan, lebih baik mereka bertanding di arena olahraga resmi. Ia juga mengakui banyak atlet tinju berprestasi lahir dari lingkungan Kelurahan Bahu. Keberadaan para atlet ini menjadi modal kuat untuk membangun ajang olahraga tingkat daerah.

Kapolda Sulut merencanakan penyelenggaraan ajang olahraga bernama Kapolda Cup untuk para petinju muda. Event ini akan memberi ruang kompetisi yang sehat bagi generasi muda se-Sulawesi Utara. Harapannya, ajang tersebut mampu melahirkan juara‑juara baru dari wilayah Manado dan sekitarnya. Pembinaan tinju tidak hanya fokus pada kemampuan bertanding, tetapi juga pembentukan karakter. Semua unsur masyarakat diminta untuk ikut mendukung persiapan event Kapolda Cup ini. Keberhasilan ajang tersebut akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Sulut.

Selain program olahraga, Kapolda juga menyiapkan pelatihan keterampilan kerja untuk para pemuda. Polda Sulut akan menjalin kerja sama erat dengan pemerintah daerah guna mewujudkan program tersebut. Pilihan pelatihannya sangat luas, mulai dari pertanian, perikanan, bengkel, salon, hingga pemandu wisata. Tersedia juga kursus operator alat berat, bahasa asing, dan pendidikan calon Satpam. Beragam keahlian ini disusun agar pemuda bisa memilih sesuai minat dan peluang kerja di daerah. Program ini punya target menekan angka pengangguran generasi muda di Kota Manado.

Kapolda menegaskan bahwa pelatihan keterampilan adalah wujud kepedulian kepolisian kepada masyarakat. Dengan menguasai keahlian tertentu, pemuda akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang layak. Ia kembali mengingatkan bahwa kepolisian adalah mitra sekaligus sahabat seluruh lapisan warga. Masyarakat diminta tidak perlu sungkan untuk datang menyampaikan kebutuhan kepada pihak kepolisian. Kepercayaan warga menjadi pondasi utama agar semua program kepolisian berjalan dengan lancar. Hubungan yang erat antara polisi dan masyarakat akan memudahkan penyelesaian masalah di lapangan.

Kapolda juga mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan masing‑masing. Keamanan dan ketertiban masyarakat hanya bisa terjaga bila polisi dan warga bekerja bahu‑membahu. Lingkungan yang aman akan mendukung berjalannya program positif seperti olahraga dan pelatihan keterampilan. Setiap warga punya peran untuk waspada terhadap hal‑hal yang bisa mengganggu ketertiban di sekitar rumah. Kepolisian tidak mampu menjaga keamanan wilayah sendirian tanpa dukungan masyarakat. Kesadaran bersama akan menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan produktif untuk semua orang.

Di penghujung kegiatan, Kapolda Sulut menyerahkan bantuan beras kepada warga kurang mampu di sekitar Pasar Bahu. Terdapat 50 sak beras dengan berat masing‑masing 5 kilogram yang dibagikan kepada para penerima. Penyerahan bantuan ini menjadi bukti kepedulian sosial kepolisian terhadap warga yang sedang membutuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib mulai dari dialog, paparan program, hingga pembagian bantuan. Semua program yang disampaikan Kapolda diharapkan bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat Manado. Kegiatan silaturahmi di Pasar Bahu menutup rangkaian kunjungan lapangan Kapolda Sulut hari itu.(Didi)