Kapolres Bitung Apresiasi Iptu Iskandar Abdul Hibahkan Tanah untuk Pekuburan Umum

0 8

BITUNG, Indo-news.id— Kepedulian kepada sesama tidak selalu diwujudkan melalui sesuatu yang besar dan terlihat, tetapi dapat lahir dari ketulusan untuk memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. 

Semangat tersebut ditunjukkan IPTU Iskandar Abdul, Kasi Hukum Polres Bitung, yang mengikhlaskan sebidang tanah miliknya seluas kurang lebih 1.700 meter persegi untuk dijadikan tanah pekuburan umum.

Tanah yang berada di Kelurahan Winenet Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, tersebut kini telah dimanfaatkan masyarakat Kota Bitung dan sekitarnya sebagai tempat pemakaman umum. 

Yang menarik, masyarakat yang membutuhkan tempat pemakaman dapat memanfaatkan lokasi tersebut secara gratis tanpa dipungut biaya.

Hingga saat ini, kurang lebih 50 warga yang telah meninggal dunia telah dimakamkan di lokasi tersebut. 

Tidak hanya masyarakat umum, terdapat pula anggota Polri yang telah dimakamkan di tanah pekuburan umum tersebut.

Keputusan IPTU Iskandar Abdul mengikhlaskan tanah tersebut mendapat apresiasi dan kebanggaan dari Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.H., S.I.K., M.H. 

Menurut Kapolres Arie Sulistiyo Nugroho apa yang dilakukan IPTU Iskandar merupakan bentuk nyata pengabdian seorang anggota Polri yang tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan manfaat dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan.

Kapolres menilai ketulusan tersebut patut menjadi inspirasi karena tanah yang diikhlaskan kini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang, status sosial maupun kemampuan ekonomi.

“Saya merasa bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada IPTU Iskandar Abdul atas ketulusan dan kepeduliannya kepada masyarakat. Apa yang beliau lakukan merupakan sebuah tindakan kemanusiaan yang sangat mulia dan menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga kamtibmas, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistiyo Nugroho, Kamis (3/9/2026)

AKBP Arie Sulistyo Nugroho berharap semangat kepedulian dan pengabdian seperti yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri. 

Nilai kemanusiaan, menurutnya, dapat terus ditanamkan bukan hanya ketika anggota melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui banyak cara. Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul mengajarkan kepada kita semua bahwa harta yang paling berharga bukan hanya yang kita miliki dan simpan, tetapi juga apa yang mampu kita ikhlaskan untuk memberikan manfaat kepada sesama,” tambahnya.

Sementara itu, IPTU Iskandar Abdul mengungkapkan bahwa keputusan memberikan tanah tersebut sebagai pekuburan umum merupakan bentuk keikhlasan sekaligus pengabdian kepada masyarakat. 

Baginya, setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta dan membutuhkan tempat peristirahatan terakhir yang layak, tenang dan penuh penghormatan.

“Harta paling berharga bukanlah apa yang kita simpan, tetapi apa yang kita ikhlaskan karena Allah SWT semata. Sebidang tanah yang kami berikan untuk dijadikan pekuburan umum ini semoga dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi siapa pun, tanpa memandang status sosial maupun kemampuan ekonomi,” ungkap IPTU Iskandar Abdul.

Ia berharap keberadaan pekuburan umum tersebut dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan lahan pemakaman, khususnya mereka yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli tanah pekuburan.

“Kami berharap tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan atau bahkan ditolak hanya karena tidak memiliki uang untuk membeli sepenggal tanah pekuburan, maupun karena tidak tergabung dalam kelompok atau rukun tertentu. Siapa pun dapat dimakamkan di tempat ini dengan layak, terhormat dan penuh doa,” lanjutnya.

IPTU Iskandar juga berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat lokasi tersebut agar tetap bersih, teduh dan rindang. 

Dengan demikian, lokasi pekuburan itu dapat menjadi tempat peristirahatan terakhir yang layak, baik bagi warga yang telah dimakamkan saat ini maupun generasi yang akan datang.

“Semoga tempat ini selalu dijaga dan dirawat. Biarlah tempat ini menjadi rumah terakhir yang tenang, teduh dan penuh doa bagi siapa pun yang telah mendahului kita dalam perjalanan menuju Allah SWT,” tuturnya.

Menurut IPTU Iskandar, apa yang dilakukan tersebut merupakan bagian dari pengabdiannya sebagai anggota Polri kepada masyarakat. 

Baginya, kehadiran Polri tidak hanya ditunjukkan melalui tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Sebagai anggota Polri, ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa arti Polri untuk masyarakat itu benar-benar ada dan memberikan manfaat yang nyata. Semoga apa yang kami lakukan ini dapat menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi banyak orang,” pungkasnya.

Kisah kepedulian IPTU Iskandar Abdul menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu berhenti pada batas tugas dan jabatan. 

Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun memiliki manfaat panjang bagi banyak orang.

Sebidang tanah seluas kurang lebih 1.700 meter persegi di Winenet Dua tersebut kini menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada orang-orang yang telah meninggal dunia.

Pemanfaatannya secara gratis juga membuka akses bagi warga yang memiliki keterbatasan ekonomi maupun mereka yang kesulitan memperoleh lahan pemakaman.

Apa yang dilakukan IPTU Iskandar Abdul sekaligus memperlihatkan bahwa nilai kemanusiaan dapat berjalan berdampingan dengan tugas pengabdian sebagai anggota Polri. 

Tanah yang diikhlaskan bukan sekadar aset, tetapi telah berubah menjadi manfaat sosial bagi masyarakat.

Semangat tersebut memperkuat makna “Polri untuk Masyarakat”, bukan sekadar sebagai semboyan, melainkan diwujudkan melalui kepedulian, keikhlasan dan tindakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat Kota Bitung.