Gerak Cepat Personel Gabungan, Kebakaran Bekas Gudang SMAN 1 Kotamobagu Berhasil Dipadamkan

0 2

KOTAMOBAGU –  Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat tidak mengenal waktu. Ketika kepulan asap mulai membubung dari sebuah bangunan bekas gudang di lingkungan SMA Negeri 1 Kotamobagu, Senin (31/08/2026) siang, respons cepat dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas ke lingkungan sekolah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.55 Wita di bekas gudang semi permanen yang berada di samping SMA Negeri 1 Kotamobagu, Kelurahan Biga, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu. (Farisa)

Informasi awal mengenai kebakaran diketahui Kepala SMA Negeri 1 Kotamobagu, Masyuri Podomi (51). Saat berada di dalam ruangan, ia mendengar pemberitahuan dari siswa dan siswi mengenai munculnya kebakaran di bagian bekas gudang.

Mendapati kondisi tersebut, pihak sekolah bersama siswa dan guru berupaya melakukan pemadaman awal. Namun, kobaran api terus membesar sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Merespons kejadian tersebut, jajaran Kodim 1303/Bolmong turut bergerak membantu proses pemadaman. Dandim 1303/Bolmong memerintahkan Danramil untuk mengerahkan seluruh personel Kodim ke lokasi guna membantu penanganan bersama unsur terkait.

Sekitar pukul 12.15 Wita, empat unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Unsur tersebut terdiri dari satu unit Damkar Kodim 1303/Bolmong, satu unit Damkar Yon TP 868/BS, serta dua unit Damkar Pemerintah Kota Kotamobagu.

Bersama petugas pemadam, Personel Kodim 1303/Bolmong dan masyarakat melakukan upaya penanganan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 Wita.

Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 1303/Bolmong Kapten Inf Demeysus Abraham yang berada di lokasi mengatakan, kehadiran personel TNI dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari kepedulian dan kesiapsiagaan prajurit terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaannya.

“Babinsa harus selalu siap membantu masyarakat, terlebih ketika terjadi situasi yang membutuhkan respons cepat. Yang paling utama adalah memastikan api tidak meluas dan keselamatan warga di sekitar lokasi tetap menjadi perhatian,” ujar Kapten Inf Demeysus Abraham.

Ia menambahkan, penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kerja sama antara TNI, petugas pemadam kebakaran, pemerintah, pihak sekolah dan masyarakat agar situasi dapat segera dikendalikan.

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materiel berupa satu bangunan bekas gudang semi permanen beserta sejumlah meja dan kursi yang terbakar, dengan perkiraan kerugian sekitar puluhan juta rupiah.

Dari informasi awal di lokasi, kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di dalam bangunan. Penyebab pasti kebakaran tetap menjadi kewenangan pihak berwenang untuk memastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.