Ketua TP PKK Ellen Honandar Sondakh Ajak Ibu Rumah Tangga Ubah Sampah Menjadi Kompos Bernilai

0

BITUNG, Indo-news.id—Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Bitung, Ny Ellen Honandar Sondakh, SE, terus mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pembuatan kompos. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan kompos yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kelurahan Batulubang, Kecamatan Lembeh Selatan, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para kader PKK, ibu rumah tangga, aparat kelurahan, serta didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bitung, Steven Prok, SH. 

Pelatihan ini menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung gerakan pengurangan sampah dari sumbernya.

Ellen Honandar Sondakh mengungkapkan bahwa isu pengelolaan sampah menjadi salah satu pembahasan utama dalam berbagai agenda nasional TP PKK yang diikutinya di sejumlah daerah, seperti Gorontalo, Kendari, Medan, dan Makassar. 

Menurutnya, hampir seluruh daerah menghadapi tantangan yang sama, yakni meningkatnya volume sampah yang berdampak pada kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA).

“Berangkat dari sejumlah pertemuan nasional PKK di Gorontalo, Kendari, Medan, dan Makassar, pembahasan yang paling dominan adalah mengenai pengelolaan sampah. Karena itu, kami ingin mengajak masyarakat Kota Bitung mulai melakukan pengelolaan sampah dari rumah masing-masing,” ujar  Ellen Honandar Sondakh.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, memiliki peran strategis dalam mengurangi volume sampah melalui pemanfaatan limbah organik menjadi kompos. 

Selain mengurangi sampah yang dibuang ke TPA, kompos juga dapat dimanfaatkan sebagai media tanam berbagai tanaman kebutuhan keluarga.

Menurutnya, sampah organik dari dapur seperti sisa sayuran, daun, dan limbah makanan dapat diolah menjadi pupuk kompos yang berkualitas. 

Hasilnya dapat digunakan untuk menanam berbagai komoditas pangan rumah tangga seperti rica (cabai), tomat, bayam, terong, maupun jenis sayuran lainnya.

“Ibu-ibu wajib mengetahui cara membuat kompos dari sampah rumah tangga agar dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tanaman keluarga. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, hasilnya juga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat membentuk kelompok-kelompok kecil di lingkungan masing-masing. 

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang tersedia, warga dapat bersama-sama mengolah sampah organik sekaligus mengembangkan kebun keluarga yang produktif.

Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara optimal.

Ia menambahkan, langkah pengelolaan sampah dari rumah menjadi semakin penting mengingat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kota Bitung saat ini hampir mencapai batas maksimal. 

Oleh karena itu, pengurangan volume sampah sejak dari sumber menjadi solusi yang harus dilakukan secara bersama-sama.

“Kapasitas tempat pembuangan akhir sampah di Kota Bitung hampir penuh. Karena itu, volume sampah yang masuk ke TPA harus dikurangi dengan cara mengolah sampah mulai dari rumah tangga,” jelasnya.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta. 

Selain memperoleh pengetahuan mengenai teknik pembuatan kompos, mereka juga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Bitung bersama TP PKK berharap budaya mengelola sampah dari rumah dapat terus berkembang di tengah masyarakat. 

Selain mengurangi beban TPA, langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, meningkatkan ketahanan pangan keluarga, serta mendukung program pembangunan berkelanjutan di Kota Bitung.