Fatkhulloh Peringatkan Pemerintah, Kesabaran Warga Soal Jalur Maut Gatot Subroto Ada Batasnya
Kota Pasuruan, indo-news.id – Kecelakaan maut yang kembali merenggut nyawa di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Karangketug, Kota Pasuruan, memicu reaksi keras dari masyarakat. Forum Lintas Tokoh Masyarakat RT/RW Bersatu menilai pemerintah daerah tidak boleh lagi menunda langkah nyata untuk mengatasi persoalan keselamatan di jalur yang selama ini dikenal warga sebagai “Jalur Maut”. Selasa (23/6/2026).
Koordinator Lapangan Forum Lintas Tokoh Masyarakat RT/RW Bersatu, M. Fatkhulloh, menegaskan bahwa masyarakat telah berulang kali menyampaikan aspirasi secara santun dan konstitusional. Namun hingga kini, belum ada respons yang dinilai memadai dari para pemangku kebijakan.
“Sudah terlalu banyak korban berjatuhan. Kami tidak ingin setiap ada kecelakaan baru kemudian muncul wacana. Yang dibutuhkan masyarakat adalah tindakan nyata sebelum korban berikutnya kembali jatuh,” tegas Fatkhulloh.
Menurutnya, sekitar dua pekan lalu pihaknya telah melayangkan surat resmi kepada Ketua DPRD Kota Pasuruan untuk meminta audiensi bersama Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kapolres Pasuruan Kota, dan Kepala Dinas Perhubungan. Audiensi tersebut dimaksudkan untuk mencari solusi bersama terkait tingginya risiko kecelakaan di Jalur Lingkar Selatan.
“Kami memilih jalur dialog karena ingin menjaga kondusivitas daerah. Namun sampai hari ini surat yang kami kirim belum mendapatkan jawaban. Tentu kondisi ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Fatkhulloh menjelaskan, forum tersebut membawa aspirasi warga dari enam wilayah, yakni Karangketug, Randusari, Petahunan, Krapyak, Sebani, dan Bukir. Mereka menilai keberadaan kendaraan bertonase besar yang masih bebas melintas di kawasan padat aktivitas warga menjadi salah satu faktor yang harus segera ditangani.
Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat juga telah menyuarakan keprihatinan serupa. Mulai dari tokoh agama, jajaran Nahdlatul Ulama tingkat ranting hingga MWC NU Gadingrejo, hingga aktivis LSM yang menggelar doa bersama dan aksi simpatik sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban kecelakaan.
Meski berbagai rencana penanganan kerap disampaikan ke publik, warga mengaku belum melihat perubahan signifikan di lapangan. Aktivitas truk-truk besar masih terlihat padat melintasi Jalan Gatot Subroto yang juga menjadi jalur utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
“Kami berharap pemerintah segera hadir dengan kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Jangan sampai kekecewaan ini terus menumpuk dan memicu aksi protes yang lebih besar dari warga,” kata Fatkhulloh.
Forum Lintas Tokoh Masyarakat RT/RW Bersatu meminta persoalan keselamatan di Jalan Gatot Subroto ditempatkan sebagai program prioritas. Mereka berharap Pemerintah Kota Pasuruan bersama Forkopimda segera mengambil langkah konkret guna mencegah terulangnya kecelakaan yang terus menghantui masyarakat di sepanjang jalur tersebut.
Bagi warga, keselamatan masyarakat tidak boleh kalah oleh lambannya proses birokrasi. Mereka menunggu tindakan nyata sebelum Jalur Gatot Subroto kembali menambah daftar panjang korban jiwa.(Koko)