BITUNG, Indo-news.id — Pengusaha sukses Kota Bitung yang juga pemilik toko ritel Girian Jaya, Voilter Loma, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian melalui pengembangan bibit jagung hibrida lokal.
Melalui Girian Jaya Seeds, Voilter berhasil melakukan panen jagung di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Selasa (9/6/2026).
Panen tersebut menjadi perhatian berbagai pihak karena menggunakan bibit jagung hasil persilangan yang dikembangkan secara mandiri dengan nama GJ 817.
Bibit tersebut saat ini masih dalam tahap uji coba dan belum memiliki izin edar resmi, namun hasil yang diperoleh dinilai cukup menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut.
Kegiatan panen turut dihadiri Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bitung.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Girian Jaya Seeds bersama para petani lokal.
Menurutnya, upaya pengembangan bibit unggul merupakan langkah positif yang dapat mendukung peningkatan produksi pertanian di Kota Bitung.
“Pemerintah Kota Bitung memberikan apresiasi atas langkah yang baik ini sehingga panen jagung dapat memberikan hasil yang luar biasa. Inovasi seperti ini sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani,” ujar Hengky Honandar.
Panen tersebut merupakan hasil kerja sama Kelompok Tani Sehati Tanjung Merah, Monobox, dan Girian Jaya Farm Kota Bitung yang mengembangkan jagung hibrida pada lahan seluas tiga hektar.
Jenis jagung yang dipanen merupakan jagung hibrida generasi pertama atau F1, yang dikenal memiliki potensi produktivitas tinggi dibandingkan varietas biasa.
Humas Monobox dan Girian Jaya Farm, Marcell Tatuil, menjelaskan bahwa hasil panen kali ini mencapai sekitar 20 ton jagung.
Dari jumlah tersebut diperkirakan akan menghasilkan sekitar 8 ton bibit unggul yang nantinya dapat digunakan untuk pengembangan lahan yang lebih luas.
“Alhamdulillah, Puji Tuhan, panen kita kali ini sekitar 20 ton. Diperkirakan dari jumlah tersebut menghasilkan bibit unggul sekitar 8 ton,” kata Marcell.
Ia mengungkapkan bahwa hasil panen tersebut menjadi modal awal untuk pengembangan budidaya jagung di lahan yang lebih besar.
Ke depan, hasil bibit yang diperoleh direncanakan akan ditanam pada area seluas 57 hektar.
Menurut Marcell, keberhasilan panen tidak hanya didukung oleh penggunaan bibit unggul hasil persilangan sendiri, tetapi juga penerapan teknologi pertanian yang tepat.
Salah satu metode yang digunakan adalah pemanfaatan prebiotik tanah untuk membantu mengurai unsur hara sehingga lebih mudah diserap oleh akar tanaman.
“Selain bibit unggul, kami menggunakan teknologi prebiotik yang membantu mengurai unsur hara dalam tanah sehingga akar tanaman lebih mudah menyerap nutrisi yang dibutuhkan,” jelasnya.
Saat ini, rata-rata produktivitas jagung petani di Kota Bitung berkisar antara 3 hingga 4 ton per hektar.
Melalui pengembangan bibit jagung hibrida GJ 817 dan penerapan teknologi budidaya yang lebih modern, produktivitas tersebut diharapkan dapat meningkat secara signifikan.
Sementara itu, Voilter Loma menilai sektor pertanian memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan di Kota Bitung.
Karena itu, inovasi bibit lokal menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih baik sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.
Dengan keberhasilan panen perdana ini, bibit jagung hibrida GJ 817 diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif varietas unggul yang mampu mendukung program ketahanan pangan daerah.
Pengembangan bibit lokal yang adaptif terhadap kondisi lahan setempat juga berpotensi memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani dan sektor pertanian Kota Bitung secara keseluruhan.