PAD Kota Bitung Tembus Rp47,8 Miliar Hingga Mei 2026, Naik 45,98 Persen Dari Tahun Sebelumnya 

0

BITUNG, Indo-news.id — Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung menunjukkan tren positif sepanjang lima bulan pertama tahun 2026. 

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, realisasi PAD hingga 30 Mei 2026 telah mencapai Rp47,8 miliar lebih atau 45,98 persen dari target tahunan sebesar Rp104 miliar.

Capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. 

Saat itu, realisasi PAD Kota Bitung tercatat sebesar Rp38 miliar lebih, sehingga terdapat kenaikan yang cukup menggembirakan dalam penerimaan daerah pada tahun ini.

Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah melalui kepatuhan dalam membayar pajak.

“Realisasi PAD Kota Bitung sampai dengan Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Bitung dan wajib pajak yang telah memberikan kontribusi melalui pembayaran pajak daerah,” ujar Theo Rorong, Senin (8/6/2026).

Menurut Theo, peningkatan PAD tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan masyarakat. 

Kepatuhan wajib pajak dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik yang dijalankan Pemerintah Kota Bitung.

Ia menegaskan bahwa setiap penerimaan daerah yang berasal dari pajak dan retribusi akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta berbagai program yang mendukung kesejahteraan warga.

Berdasarkan data Bapenda, sektor pajak daerah masih menjadi kontributor terbesar terhadap PAD Kota Bitung. 

Hingga akhir Mei 2026, realisasi penerimaan dari sektor ini mencapai Rp40,4 miliar lebih atau 44,66 persen dari target sebesar Rp90,65 miliar.

Capaian tersebut juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp30,6 miliar lebih. 

Hal ini menunjukkan bahwa sektor pajak daerah tetap menjadi tulang punggung pendapatan daerah dan memberikan kontribusi dominan terhadap penerimaan pemerintah kota.

Selain pajak daerah, sektor retribusi daerah juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi retribusi mencapai Rp1,6 miliar lebih atau 24,02 persen dari target sebesar Rp6,85 miliar. 

Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun lalu yang berada di kisaran Rp1,5 miliar lebih.

Sementara itu, capaian paling menonjol berasal dari komponen hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. 

Dari target sebesar Rp5,5 miliar, realisasi hingga akhir Mei telah mencapai Rp5,2 miliar lebih atau 96,08 persen. 

Dengan capaian tersebut, sektor ini hampir memenuhi target tahunan meskipun tahun anggaran masih berjalan.

Pada periode yang sama tahun 2025, realisasi dari komponen tersebut tercatat sebesar Rp4,6 miliar lebih, sehingga menunjukkan adanya peningkatan yang cukup signifikan.

Adapun pada komponen lain-lain PAD yang sah, realisasi mencapai Rp681.122.106,39 atau 68,11 persen dari target sebesar Rp1 miliar. 

Meskipun capaian tersebut tergolong baik, nilainya masih sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1.136.132.215,37.

Theo Rorong optimistis tren positif penerimaan daerah akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Bapenda akan terus melakukan berbagai upaya optimalisasi pendapatan daerah.

Langkah tersebut antara lain melalui peningkatan koordinasi lintas perangkat daerah, penguatan pelayanan kepada wajib pajak, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran pajak daerah guna memberikan kemudahan kepada masyarakat.

Theo juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung untuk terus meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak sebagai bentuk partisipasi nyata dalam pembangunan daerah.

“Pajak yang dibayarkan masyarakat merupakan investasi untuk pembangunan daerah. Karena itu kami mengajak seluruh wajib pajak untuk terus meningkatkan kepatuhan sehingga target PAD tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui,” katanya.

Dengan realisasi yang telah mencapai hampir separuh target tahunan dalam lima bulan pertama, Pemerintah Kota Bitung optimistis target PAD tahun 2026 sebesar Rp104 miliar dapat dicapai, bahkan berpotensi melampaui target apabila tren pertumbuhan penerimaan daerah terus terjaga hingga akhir tahun.