BOLTIM – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) digagas oleh pemerintah pusat untuk membangun kemandirian ekonomi dari pelosok daerah. Melalui penguatan ekonomi kerakyatan ini, masyarakat desa diharapkan mendapat akses luas terhadap modal, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan.
Namun, implementasi program strategis nasional tersebut kini menghadapi tembok besar di tingkat lokal, tepatnya di Desa Lanut, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Dukungan dari sebagian aparatur desa dinilai sangat minim, hingga memicu pertanyaan warga terkait komitmen pemerintah desa (Pemdes) dalam menyukseskan program ini.
Menurut informasi yang dihimpun, proses awal pembentukan KDKMP sebenarnya telah difasilitasi oleh pemerintah daerah. Kelanjutannya kemudian diserahkan kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Sayangnya, respons dari aparatur desa setempat justru dinilai pasif dan kurang menunjukkan antusiasme.
Padahal, KDKMP merupakan instrumen prioritas nasional yang dirancang untuk memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput, membuka lapangan usaha baru, serta memperkokoh ketahanan ekonomi warga.
Sejumlah pihak menyayangkan kendala ini dan mendesak seluruh unsur pemerintah desa untuk memberikan dukungan penuh. Keberhasilan program pusat dinilai sangat bergantung pada sinergi mutlak antara pemerintah pusat, daerah, desa, serta partisipasi aktif warga.
“Program ini sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat desa. Sangat dibutuhkan dukungan dari semua pihak agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ujar seorang sumber tepercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Lanut belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi mengenai penilaian negatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Masyarakat setempat berharap polemik ini tidak sampai menghentikan jalannya Koperasi Merah Putih di Desa Lanut. Seluruh pihak diharapkan dapat menekan ego, mengedepankan kepentingan warga, dan bekerja sama memastikan program nasional ini berjalan optimal demi kesejahteraan bersama.(Farisa)