Lumpur Belum Habis, Semangat Gotong Royong di Bolaang Tetap Menyala

0

BOLMONG –  Matahari pagi baru saja naik ketika ratusan personel TNI, Polri dan warga mulai bergerak memasuki rumah-rumah yang masih dipenuhi lumpur di Desa Solimandungan Dua Kecamatan Bolaang Kabupaten Bolaang Mongondow, Jumat (29/05/2026).

Hari ketiga pasca banjir bandang di Bolaang kembali diwarnai semangat gotong royong yang begitu kuat. Tidak ada yang berpangku tangan. Seragam loreng TNI, seragam cokelat Polri hingga masyarakat terlihat bekerja berdampingan membersihkan sisa material banjir yang masih tertahan di rumah warga, sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Kegiatan karya bakti dimulai sejak pukul 08.00 Wita dipimpin langsung oleh Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P. Turut hadir Kabag Ops Polres Bolmong Kompol Lomboan mewakili Kapolres Bolmong, Camat Bolaang serta Danramil 1303-09/Bolaang.

Ratusan personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan tersebut, terdiri dari personel Polda Sulut, Kodim 1303/Bolmong, Yon Armed 19/Bogani, Polres Bolmong, Brimob Inuai, Yonif TP 868/Bantong Sakti, aparat desa dan masyarakat Solimandungan Bersatu.

Di tengah lumpur yang masih tebal, personel gabungan terlihat saling membantu mengangkat kayu, membersihkan lantai rumah, hingga menguras material lumpur yang menumpuk di sekolah dan fasilitas umum.

Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo mengatakan karya bakti tersebut bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan antara aparat dan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat kembali bangkit secepat mungkin. Karena itu TNI, Polri dan seluruh unsur terkait hadir bersama warga untuk bekerja dan saling menguatkan,” ujar Dandim.

Suasana kekeluargaan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Di sela kerja bakti, personel TNI-Polri tampak bercanda ringan dengan warga untuk mengurangi rasa lelah, namun tangan mereka tetap sibuk mengangkat lumpur dan puing sisa banjir.

Salah satu warga mengaku terharu melihat aparat masih terus bertahan membantu hingga hari ketiga.

“Dari awal banjir sampai sekarang mereka masih ada bersama kami. Itu yang membuat kami kuat,” ucapnya.

Kegiatan karya bakti berakhir pada pukul 15.30 Wita dalam keadaan aman dan kondusif. Meski lumpur belum sepenuhnya hilang, semangat kebersamaan di Desa Solimandungan Dua tetap menyala.(Farisa)