Dari Bitung Perempuan Didorong Jadi Penggerak Utama Kemajuan Bangsa
BITUNG, Indo-news.id — Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE bertindak sebagai pembina dalam Upacara Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini 2026 di halaman Kantor Wali Kota Bitung, Kamis (23/05/2026).
Upacara tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.
Wali Kota Hengky Honandar mengawali dengan menyampaikan ucapan Selamat Hari Kartini kepada seluruh peserta upacara.
Ia kemudian membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pilar kemajuan bangsa.
Amanat Hari Kartini 2026 menyoroti bahwa perempuan Indonesia harus terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kemandirian ekonomi, serta memperjuangkan kesetaraan gender di berbagai sektor kehidupan.
Salah satu isu yang disoroti adalah masih tingginya angka perempuan yang melahirkan tanpa fasilitas kesehatan, yang mencapai 24,8 persen.
Selain itu, proporsi perempuan yang melahirkan pertama kali di usia kurang dari 20 tahun juga masih cukup tinggi.
Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan akses terhadap layanan kesehatan dan edukasi bagi perempuan, khususnya di usia muda.
Di bidang politik, keterwakilan perempuan di parlemen juga masih tergolong rendah.
Tercatat, perempuan hanya mengisi sekitar 15 persen kursi di DPRD kabupaten dan kota, 15 persen di DPRD provinsi, serta 22 persen di DPR RI.
Hal ini menjadi indikator bahwa ruang partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan strategis masih perlu diperluas.
Lebih lanjut, dalam aspek pembangunan gender, terdapat kesenjangan antar wilayah di Indonesia.
Sebanyak 13 provinsi masih berada dalam kategori Indeks Pembangunan Gender (IPG) rendah, yang menunjukkan adanya ketimpangan signifikan antara laki-laki dan perempuan.
Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah untuk terus mendorong pemerataan pembangunan berbasis gender.
Di sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan juga masih tertinggal dibandingkan laki-laki.
Data menunjukkan partisipasi perempuan berada di angka 56,42 persen, sementara laki-laki mencapai 84,66 persen.
Perbedaan ini mencerminkan masih adanya hambatan struktural dan sosial yang membatasi akses perempuan terhadap dunia kerja.
Melalui peringatan Hari Kartini tahun ini, pemerintah mendorong kolaborasi lintas generasi untuk melanjutkan perjuangan R.A. Kartini dalam melawan keterbatasan.
Perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan dan fondasi kemajuan bangsa.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi salah satu fokus utama.
Perempuan didorong untuk meningkatkan kompetensi melalui pendidikan dan keterampilan agar mampu mandiri secara ekonomi.
Kesetaraan gender juga ditekankan sebagai hal penting, terutama dalam memberikan akses dan kesempatan yang sama bagi perempuan di ruang publik dan sektor strategis.
Momentum Hari Kartini 2026 juga dimanfaatkan untuk menginspirasi perempuan lintas generasi agar terus menanamkan semangat emansipasi, percaya diri, serta pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
Semangat ini diharapkan mampu mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh yang berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka S.Sos, Sekretaris Daerah Ir Ruddy Theno ST MT MAP, Ketua TP PKK Ellen Sondakh, Sekretaris TP PKK Jacinta Marrybell Gumolung, jajaran Forkopimda, serta para pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bitung.