Presiden Prabowo Subianto Tapakan Kaki Di Miangas, Hapuskan Daerah Tertinggal

0

SULUT – Bukan sekadar kunjungan seremonial, kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (9/5/2026), membawa angin segar bagi masyarakat di perbatasan paling utara Indonesia. Di pulau yang lebih dekat ke Filipina daripada ke Manado ini, Presiden menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi istilah “daerah tertinggal” bagi wilayah perbatasan.

Fokus utama pemerintah adalah memperkuat tulang punggung ekonomi Miangas, yakni sektor perikanan.

Presiden mengumumkan langkah konkret untuk meningkatkan taraf hidup nelayan lokal berupa Armada Baru: Pemberian bantuan kapal nelayan berkapasitas 15 Gross Ton (GT) yang lebih tangguh untuk melaut.

Infrastruktur Terpadu: Pembangunan kawasan desa nelayan yang dilengkapi dengan fasilitas cold storage (gudang pendingin), serta Energi: Penyediaan SPBU khusus nelayan guna memastikan distribusi BBM yang lancar dan terjangkau.

Presiden menyadari bahwa kedaulatan negara dimulai dari kualitas manusianya. Oleh karena itu, sektor pelayanan dasar mendapat perombakan total.

Revitalisasi Puskesmas: Fasilitas kesehatan di Miangas akan di-“reset” atau diperbarui total agar mampu memberikan layanan medis yang mumpuni tanpa harus menyeberang jauh ke kota besar.

Pendidikan: Anak-anak di Miangas mendapatkan bantuan perlengkapan sekolah lengkap sebagai bentuk dukungan terhadap kualitas SDM di wilayah terluar.

Salah satu poin yang paling menarik perhatian adalah komitmen digitalisasi. Mengingat letak geografisnya yang terisolasi, pemerintah akan memasang jaringan internet berbasis satelit Starlink, dan membagikan telepon genggam bagi setiap kepala keluarga.

“Miangas tidak boleh tertinggal. Negara harus hadir sampai ke wilayah paling ujung,” tegas Presiden Prabowo di hadapan warga yang menyambutnya dengan antusias.

Kunjungan ini dilakukan langsung setelah Presiden menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina. Menempuh perjalanan jauh dari Filipina lalu mendarat di Bandara Miangas pukul 10.45 WITA, Presiden memboyong jajaran “berat” Kabinet Merah Putih, mulai dari Menteri Kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, hingga Menteri Komunikasi dan Digital.

Kehadiran rombongan besar ini mengirimkan pesan kuat ke dunia internasional: Miangas adalah bagian integral yang vital dari kedaulatan NKRI. Dengan jarak hanya 77 km dari Davao, Filipina, Miangas kini bukan lagi “halaman belakang” yang sunyi, melainkan “beranda depan” yang siap bersaing secara ekonomi dan teknologi