Babinsa Bersama Warga Pasang Gelagar Jembatan Garuda Desa Mopusi, Progres Capai 42 Persen
BOLMONG – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali terlihat dalam pembangunan Jembatan Garuda Sungai Taengkuku yang berada di Desa Mopusi Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Di tengah panas matahari dan medan pekerjaan yang cukup berat, anggota TNI bersama masyarakat tampak bahu-membahu memasang besi gelagar jembatan demi mempercepat pembangunan akses penghubung warga, Kamis (07/05/2026).
Sosok prajurit yang aktif terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Serda Apdal Mamonto yang merupakan salah seorang Bintara Pembina Desa atau Babinsa Koramil 1303-04/Lolayan. Dengan penuh semangat, ia turun langsung membantu masyarakat mengangkat dan memasang material konstruksi di lokasi pembangunan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas kewilayahan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam pembangunan infrastruktur yang sangat penting bagi aktivitas warga.
Jembatan Garuda Sungai Taengkuku merupakan salah satu titik pembangunan di wilayah Kodim 1303/Bolmong yang termasuk dalam program pembangunan nasional Presiden Republik Indonesia. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi masyarakat sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi warga setempat.
Saat ini progres pembangunan jembatan telah mencapai 42 persen. Pekerjaan terus dipacu melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Serda Apdal Mamonto mengatakan bahwa gotong royong merupakan kekuatan utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.
“Kami ingin selalu hadir dan membantu masyarakat. Ini merupakan bagian dari tugas kami sebagai aparat teritorial untuk mendukung kesulitan rakyat di wilayah binaan. Semoga pembangunan jembatan ini berjalan lancar dan segera bisa dimanfaatkan warga,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut nantinya akan sangat membantu masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.
Suasana penuh kekeluargaan terlihat selama proses pengerjaan berlangsung dari hari pertama hingga saat ini. Warga dan personel TNI bekerja tanpa mengenal lelah, saling membantu demi satu tujuan bersama, yakni menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat.(Farisa)