Kolaborasi Bapenda Bitung dan Stakeholder Percepat Pajak Tanah dan Dukung Program Rumah Rakyat
BITUNG, Indo-news.id — Pemerintah Kota Bitung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak daerah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat kerja bersama berbagai pemangku kepentingan yang digelar di ruang rapat Bapenda Kota Bitung, Rabu (15/4/2026).
Rapat ini menjadi langkah strategis dalam membahas berbagai upaya peningkatan potensi pajak daerah, khususnya sektor BPHTB yang dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap PAD Kota Bitung.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait, antara lain Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bitung, seluruh notaris di Kota Bitung, serta perwakilan dari Real Estate Indonesia (REI), Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI), dan Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra).
Selain itu, turut hadir perwakilan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) serta sejumlah perbankan nasional dan daerah seperti BNI, BRI, Mandiri, dan Bank SulutGo (BSG).
Dalam rapat tersebut, sejumlah poin strategis dibahas dan disepakati bersama.
Salah satu fokus utama adalah mendukung program nasional Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan tiga juta rumah per tahun bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program ini dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan transaksi properti, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap penerimaan BPHTB.
Selain itu, rapat juga menyoroti dukungan terhadap program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang bertujuan mempercepat sertifikasi 126 juta bidang tanah di seluruh Indonesia.
Dengan percepatan sertifikasi ini, diharapkan akan meningkatkan legalitas kepemilikan tanah sekaligus memperluas basis pajak daerah.
Tak kalah penting, para peserta rapat juga sepakat untuk mempercepat dan mempermudah proses yang berkaitan dengan BPHTB, baik melalui penyempurnaan sistem yang digunakan oleh Bapenda maupun peningkatan koordinasi dengan BPN.
Langkah ini dinilai krusial untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah berkontribusi dalam mendukung peningkatan PAD, khususnya dari sektor BPHTB.
Theo Rorong menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga terkait, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mencapai target penerimaan daerah.
“Kerja sama yang telah terjalin ini diharapkan terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga seluruh upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bitung,” ujar Theo Rorong, Rabu (15/4/2026) malam.
Menurutnya, optimalisasi BPHTB tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan kota secara keseluruhan, termasuk dalam penyediaan infrastruktur dan pelayanan publik yang lebih baik.
Dengan adanya rapat kerja ini, Pemerintah Kota Bitung menunjukkan komitmennya untuk terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam pengelolaan pajak daerah.
Sinergi antar lembaga diharapkan mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kota Bitung.
Ke depan, hasil dari kesepakatan ini akan ditindaklanjuti melalui langkah-langkah konkret guna memastikan peningkatan PAD yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.