Alfred Salindeho Bawa Perumda Air Minum Duasudara Konsisten Raih WTP dan Perkuat Kepercayaan Publik
BITUNG, Indo-news.id — Perumda Air Minum Dua Sudara Kota Bitung mencatat capaian penting dalam tata kelola keuangan. Selama tiga tahun terakhir, yakni 2022, 2023, dan 2024, badan usaha milik daerah tersebut berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP dari Kantor Akuntan Publik independen.
Capaian ini terjadi dalam masa kepemimpinan Direktur Alfred Salindeho SE MM.
Pemerhati Kota Bitung, Sany Kakauhe, menilai raihan opini WTP secara berturut-turut bukan sekadar prestasi administratif, melainkan indikator kuat tata kelola perusahaan yang sehat dan profesional.
“Opini WTP adalah opini audit tertinggi dalam standar pemeriksaan laporan keuangan. Artinya laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai Standar Akuntansi Keuangan, serta didukung sistem pengendalian internal yang memadai,” ujar Sany dalam kajian argumentatif dan konstruktif yang disampaikannya.
Ia menjelaskan, dalam konteks BUMD, opini WTP menjadi indikator penting penerapan prinsip good corporate governance.
Laporan keuangan yang memperoleh opini WTP berarti tidak terdapat salah saji material yang signifikan serta menunjukkan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku.
Perumda Air Minum Dua Sudara sendiri merupakan BUMD milik Pemerintah Kota Bitung yang bergerak dalam pelayanan air minum kepada masyarakat.
Menurut Sany, konsistensi meraih WTP selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan keberlanjutan tata kelola keuangan yang sehat dan stabil.
Dari perspektif hukum administrasi dan regulasi BUMD, raihan opini WTP memperkuat posisi Direksi dan Dewan Pengawas dalam menjalankan fiduciary duty atau tanggung jawab hukum dan moral terhadap pengelolaan perusahaan.
Mengacu pada Undang Undang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah tentang BUMD, pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi kewajiban mutlak.
“Opini WTP menjadi bukti bahwa pengelolaan keuangan telah sesuai prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sistem pengendalian internal berjalan efektif, dan tidak terdapat pelanggaran signifikan terhadap standar akuntansi,” katanya.
Dampaknya tidak hanya dirasakan di internal perusahaan, tetapi juga terhadap Pemerintah Kota Bitung.
Secara fiskal, kinerja keuangan BUMD yang sehat dapat meningkatkan persepsi positif terhadap tata kelola ekonomi daerah.
Hal ini berpotensi memperkuat kepercayaan publik dan investor.
Selain itu, BUMD yang sehat membuka peluang kontribusi dividen ke APBD sehingga dapat mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
Ketergantungan terhadap transfer pusat pun secara bertahap bisa ditekan apabila perusahaan daerah mampu menghasilkan kinerja keuangan yang stabil.
Sany juga menekankan bahwa laporan keuangan dengan opini WTP menurunkan risiko hukum.
Potensi sengketa atau temuan fraud menjadi lebih kecil karena laporan telah melalui audit independen dan dinyatakan wajar.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa opini WTP tidak serta-merta berarti perusahaan meraih keuntungan besar.
“WTP hanya menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar. Aspek operasional seperti efisiensi distribusi air, tingkat kebocoran, dan cakupan layanan tetap harus dievaluasi secara terpisah,” ujarnya.
Secara normatif, perusahaan daerah dikatakan sehat apabila likuiditas terjaga, arus kas operasional positif, rasio utang terkendali, tidak bergantung pada subsidi berlebihan, serta laporan keuangan diaudit dengan opini baik.
Jika indikator tersebut terpenuhi, maka fondasi menuju BUMD yang produktif dan berkontribusi terhadap PAD semakin kuat.
Dengan capaian opini WTP selama tiga tahun berturut-turut, Perumda Air Minum Dua Sudara dinilai telah menapaki jalur tata kelola yang akuntabel.
Bagi Pemerintah Kota Bitung, capaian ini menjadi modal sosial dan administratif dalam menunjukkan keberhasilan pembinaan BUMD yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.