BITUNG, Indo-news.id— Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bitung agar tidak hanya menjalankan tugas sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Hengky saat menghadiri penutupan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Golongan II dan Golongan III di lingkungan Pemerintah Kota Bitung, sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Wali Kota tentang pengangkatan CPNS lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan 33.
Kegiatan berlangsung di Ruang SH Sarundajang, Kantor Wali Kota Bitung, Selasa (3/11/2026).
Pelatihan tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kota Bitung dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2026.
Hengky Honandar menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan tahapan Pelatihan Dasar CPNS.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi persyaratan administratif untuk diangkat menjadi PNS, tetapi juga menjadi bekal penting dalam membentuk karakter aparatur yang profesional, berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, menjadi ASN merupakan sebuah amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Karena itu, setiap aparatur dituntut menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK dan integritas dalam menjalankan tugas, terutama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi syarat untuk diangkat menjadi PNS, tetapi juga menjadi bekal yang berharga dalam membentuk karakter aparatur yang profesional, berintegritas, disiplin, dan bertanggung jawab,” ujar Hengky Honandar.
Wali Kota juga menekankan pentingnya kualitas pelayanan publik yang transparan, berkualitas, serta senantiasa berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa ASN memiliki posisi strategis sebagai representasi pemerintah di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, aparatur harus mampu menyampaikan informasi, program, dan kebijakan pemerintah secara benar, jelas, serta bertanggung jawab agar masyarakat memahami arah pembangunan dan manfaat program yang dilaksanakan pemerintah.
“Jadilah jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Sampaikan informasi yang akurat, luruskan kesalahpahaman dengan cara yang bijak, serta bangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah melalui sikap dan tindakan yang nyata,” tegasnya.
Hengky Honandar juga meminta para CPNS untuk menunjukkan loyalitas melalui kinerja, mendukung program pemerintah, serta menjadi teladan dalam bersikap maupun bertindak.
Ia mendorong seluruh aparatur agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan diri dan terus menghadirkan inovasi dalam pekerjaan.
Dengan demikian, kehadiran ASN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan Kota Bitung, yakni “Harmonisasi Menuju Bitung Maju”.
Pada kesempatan tersebut, Hengky turut menyampaikan apresiasi kepada BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara atas kemitraan dan sinergi yang terus dibangun bersama Pemkot Bitung dalam pengembangan kompetensi aparatur.
Ia juga berterima kasih kepada seluruh penyelenggara, widyaiswara, dan pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan hingga selesai.
Sementara itu, Dr. Franky Tintingon SSTP MSi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bitung, khususnya Wali Kota Hengky Honandar, yang tetap mengalokasikan anggaran untuk pelaksanaan Latsar CPNS meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan kompetensi aparatur merupakan bagian penting dalam mempersiapkan ASN yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Bitung, Give Mose, menjelaskan bahwa pelaksanaan Latsar CPNS berlangsung selama 51 hari kerja, terhitung sejak 20 Agustus hingga 22 Oktober 2026.
Jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 73 orang, terdiri dari 26 laki-laki dan 47 perempuan.
Seluruh pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Bitung Tahun Anggaran 2026.
Penutupan pelatihan sekaligus penyerahan SK kepada CPNS lulusan IPDN Angkatan 33 ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Bitung dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur.
Melalui pembekalan kompetensi, penguatan integritas, dan penanaman nilai-nilai pelayanan publik, para aparatur diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab secara profesional serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kota Bitung.