Membentuk Pelajar Cinta NKRI, Kapten Inf Muyassir Isi Materi MATSAMA
KOTAMOBAGU – Kodim 1303/Bolaang Mongondow memberikan pembekalan mengenai Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan Moderasi Beragama kepada 37 siswa baru kelas VII dalam kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di MTS Cendekia Muhammadiyah, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kamis (16/07/2026) kemarin.
Materi disampaikan oleh Perwira Seksi Intelijen (Pasi-Intel) Kodim 1303/BM Kapten Inf Muyassir, S.I.P., yang hadir sebagai narasumber atas undangan pihak sekolah.
Dalam pemaparannya, Kapten Muyassir menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting bagi generasi muda untuk membangun karakter, memahami nilai persatuan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Ia juga menekankan bahwa bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI maupun Polri, melainkan seluruh warga negara sesuai profesi dan perannya masing-masing. Bagi pelajar, bela negara dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, semangat belajar, menjaga akhlak, serta mengukir prestasi.
Selain itu, peserta memperoleh materi mengenai moderasi beragama sebagai upaya memperkuat sikap toleransi sekaligus mencegah berkembangnya paham ekstrem dan radikal di kalangan generasi muda.
“Membangun bangsa dimulai dari membangun karakter. Ketika pelajar memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, disiplin dalam belajar, serta memahami pentingnya moderasi beragama, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga persatuan dan mengisi pembangunan bangsa sesuai bidangnya masing-masing,” ucap Kapten Inf Muyassir.
Kegiatan berlangsung selama sekitar satu jam lebih, mulai pukul 10.30 hingga 11.45 Wita, dalam suasana aman dan interaktif. Para siswa terlihat aktif mengikuti sesi pemaparan maupun tanya jawab.
Sementara itu, Pihak MTS Cendekia Muhammadiyah mengapresiasi kehadiran Kodim 1303/Bolmong sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat nasionalisme, meningkatkan kesadaran bela negara, serta memperkuat nilai toleransi di kalangan peserta didik sejak awal mereka memasuki dunia pendidikan.(Farisa)