Rizal Sompotan Paparkan Infrastruktur dan Tata Ruang pada Proyek Minapolitan Bitung

0

BITUNG, Indo-news.id — Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Bitung, Rizal Sompotan ST MM, menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Kick Off Meeting The Preparation of Infrastructure Governance, Feasibility Study, and Environmental & Social Documents for the Aertembaga Minapolitan Corridor in Bitung City yang diselenggarakan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia di Fave Hotel, Kamis (11/6/2026)

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Indonesia Sustainable Cities Impact Program (SCIP) yang merupakan kerja sama antara Bappenas, Bank Dunia, dan pendanaan hibah dari Global Environment Facility (GEF). 

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dan berorientasi pada pembangunan rendah karbon.

Dalam dokumen latar belakang kegiatan disebutkan bahwa SCIP dirancang untuk mendukung agenda pembangunan nasional melalui penguatan perencanaan kota yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi secara seimbang. 

Program tersebut juga diarahkan untuk mendorong perubahan pola pembangunan yang lebih holistik dan berkelanjutan di berbagai kota berkembang di Indonesia, termasuk Kota Bitung.

Sebagai salah satu kota percontohan SCIP, Kota Bitung dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan. 

Namun di sisi lain, kawasan ini juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan, terutama risiko erosi yang berpotensi mengancam infrastruktur permukiman, kawasan industri pengolahan, serta aktivitas pelabuhan.

Komitmen Kota Bitung sebagai kawasan minapolitan terus diperkuat melalui berbagai investasi yang mendukung sektor perikanan. 

Kawasan Aertembaga saat ini berkembang sebagai pusat aktivitas industri pengolahan ikan yang didukung oleh keberadaan pelabuhan perikanan dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Dalam konteks tersebut, pengelolaan lingkungan menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. 

Investasi pada sistem pengelolaan limbah cair dan padat dari industri perikanan serta pembangunan sanitasi berkelanjutan menjadi kebutuhan mendesak guna memastikan aktivitas industri tidak menimbulkan pencemaran terhadap Selat Lembeh yang merupakan salah satu aset utama Kota Bitung.

Kick Off Meeting yang digelar Bappenas ini difokuskan pada penyusunan tiga dokumen penting, yakni Infrastructure Governance Assessment (IGA), Feasibility Study (FS), serta Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) untuk subproyek prioritas di Kawasan Minapolitan Aertembaga.

Adapun fokus kegiatan mencakup dua subproyek utama, yaitu Minapolitan Water Security dan Aertembaga Eco Hub. 

Kedua program tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan kawasan yang lebih berkelanjutan, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memperkuat daya saing sektor perikanan dan kelautan di Kota Bitung.

Dalam forum tersebut, Rizal Sompotan memaparkan berbagai aspek yang berkaitan dengan infrastruktur dan tata ruang kawasan Aertembaga. 

Sebagai narasumber, ia turut memberikan gambaran mengenai kondisi eksisting kawasan, kebutuhan pengembangan infrastruktur, serta sinkronisasi program pembangunan daerah dengan rencana pengembangan koridor minapolitan yang tengah disiapkan.

Menurut dokumen kegiatan, pertemuan awal ini juga bertujuan menyamakan persepsi antara berbagai pemangku kepentingan yang terlibat, termasuk Project Implementation Unit (PIU) GEF-SCIP, Pemerintah Kota Bitung, serta pihak terkait lainnya. 

Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk menjaring masukan dan rekomendasi strategis terhadap pelaksanaan subproyek di Kawasan Aertembaga.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan seluruh proses perencanaan dapat berjalan secara terintegrasi sehingga mampu menghasilkan dokumen yang komprehensif dan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan berkelanjutan di Koridor Minapolitan Aertembaga.

Pengembangan kawasan ini tidak hanya ditujukan untuk memperkuat sektor ekonomi dan industri perikanan, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan, serta menciptakan pembangunan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kota Bitung.