Surat Audiensi Dilayangkan, Warga Tuntut Keselamatan di Jalur Maut Gatot Subroto

0

Kota Pasuruan, indo-news.id – Keresahan masyarakat terhadap tingginya risiko kecelakaan di sepanjang Jalan Gatot Subroto terus meningkat. Menyikapi kondisi tersebut, Forum Lintas Tokoh Masyarakat RT/RW Krapyakrejo, Karangketug, Randusari, Petahunan, Sebani, dan Bukir Bersatu secara resmi mengajukan permohonan audiensi kepada Ketua DPRD Kota Pasuruan.

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat tertanggal 9 Juni 2026. Dalam surat itu, forum meminta DPRD Kota Pasuruan memfasilitasi pertemuan dengan Pemerintah Kota Pasuruan, termasuk Wali Kota, Dinas Perhubungan, dan pihak kepolisian untuk membahas dampak pengalihan arus kendaraan berat akibat proyek perbaikan Jembatan Bok Wedi yang menghubungkan Kecamatan Kraton dan Kelurahan Kebonagung.

Forum menilai kebijakan pengalihan arus tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain kondisi jalan yang dinilai tidak sesuai untuk dilalui kendaraan bertonase besar secara dua arah, sejumlah kecelakaan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga telah menimbulkan korban luka hingga meninggal dunia.

Ketua Forum Lintas Tokoh Masyarakat, M. Fatkhulloh, menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak pembangunan yang sedang dilaksanakan pemerintah. Namun menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Kami mengajukan permohonan audiensi agar pemerintah lebih serius dalam menangani persoalan yang terjadi di sepanjang Jalan Gatot Subroto. Selama ini memang sudah ada langkah-langkah yang dilakukan pemerintah terkait permasalahan jalur maut tersebut, namun kami menilai masih perlu penanganan yang lebih maksimal dan konkret. Jangan sampai terus terjadi kecelakaan yang merugikan masyarakat. Kami berharap pemerintah benar-benar hadir memberikan solusi yang nyata demi keselamatan warga yang setiap hari melintasi maupun tinggal di sekitar jalan tersebut,” ujar M. Fatkhulloh, Rabu (10/6/2026).

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pasuruan dari Partai PPP, H. Aris Ubaidillah, membenarkan adanya kedatangan perwakilan warga ke kantor DPRD untuk menyampaikan surat permohonan audiensi.

“Kemarin perwakilan RT dan RW memang mendatangi kantor DPRD Kota Pasuruan untuk menyampaikan surat. Terkait isi suratnya saya kurang mengetahui secara detail karena surat tersebut disampaikan dalam amplop tertutup dan langsung diterima oleh pihak sekretariat dewan. Kebetulan saat itu saya dan Pak Yasin sedang berada di kantor dan sempat bertemu dengan perwakilan warga,” kata H. Aris Ubaidillah.

Menurutnya, setelah menyerahkan surat tersebut, perwakilan masyarakat langsung berpamitan dan berharap permohonan audiensi dapat segera ditindaklanjuti.

“Setelah menyerahkan surat, teman-teman dari perwakilan masyarakat langsung berpamitan. Pada prinsipnya, kami berharap permohonan yang disampaikan warga dapat diterima dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada. Yang terpenting aspirasi masyarakat bisa tersampaikan dan mendapatkan perhatian dari pihak-pihak terkait,” tambahnya.

Rencananya, sekitar 40 orang akan hadir dalam audiensi tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan RT, RW, tokoh masyarakat, serta unsur organisasi kemasyarakatan dari wilayah yang terdampak langsung oleh pengalihan arus kendaraan berat.

Masyarakat berharap DPRD Kota Pasuruan segera merespons permohonan tersebut dan memfasilitasi dialog dengan seluruh pihak terkait.

Warga menilai langkah cepat dan keseriusan pemerintah sangat dibutuhkan agar Jalan Gatot Subroto tidak lagi menjadi jalur yang mengancam keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.(Koko)