Babinsa dan Masyarakat Bersatu, Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Masuki Tahap Krusial
BOLMONG – Deru aliran sungai yang membelah Desa Lobong Kecamatan Passi Barat Kabupaten Bolaang Mongondow, menjadi saksi semangat kebersamaan yang terus terjalin antara Babinsa dan masyarakat. Di tengah aktivitas pembangunan Jembatan Perintis Garuda, tangan-tangan yang bekerja tanpa mengenal lelah tampak bergandengan menyelesaikan setiap tahapan pembangunan demi menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di lokasi pembangunan Jembatan Perintis Garuda tersebut, Bintara Pembina Desa atau Babinsa Koramil 1303-02/Passi Praka Rahman, bersama warga setempat melaksanakan gotong royong dengan sasaran pekerjaan pemasangan hanger jembatan, yang merupakan salah satu bagian penting dalam konstruksi jembatan, Senin (08/06/2026).
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda sendiri merupakan salah satu titik pembangunan infrastruktur yang berada di wilayah Kodim 1303/Bolmong dan menjadi bagian dari program pemerintah dalam meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 83 persen. Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat yang terus bekerja bersama demi mempercepat penyelesaian pembangunan.
Di sela kegiatan, Praka Rahman mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam pembangunan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat dan memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan dengan baik. Gotong royong seperti ini menjadi bukti bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat tetap terjaga. Harapan kami, pembangunan Jembatan Garuda dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari maupun perekonomian desa,” ujar Praka Rahman.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi energi positif yang mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan. Kehadiran masyarakat yang secara sukarela ikut bekerja menunjukkan tingginya rasa memiliki terhadap pembangunan yang sedang dilaksanakan.(Farisa)