DPRD Kota Pasuruan Fraksi Golkar Buka Suara Soal Jalur Maut Kebonagung–Kraton, H.M. Hasan: “Jangan Tunggu Korban Berikutnya”
Kota Pasuruan, indo-news.id — Rentetan kecelakaan lalu lintas di jalur Kebonagung–Kraton yang berulang kali memakan korban jiwa akhirnya mendapat sorotan serius dari anggota DPRD Kota Pasuruan Fraksi Golkar, H. M. Hasan, Minggu (10/5/2026).
Ia mengaku prihatin dan khawatir kondisi jalur yang dipadati kendaraan besar itu sewaktu-waktu kembali menelan korban, terlebih kawasan tersebut juga menjadi akses utama para pelajar.
“Saya masih menunggu kabar besok mas, apa yang sudah kami sampaikan ke bapak wali kota tentang keresahan warga mulai Karangketuk sampai Kebonjaya,” ujar Hasan kepada wartawan indo-news.id
Menurutnya, pemerintah harus segera hadir melihat langsung kondisi di lapangan, karena angka kecelakaan di jalur tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan.
“Kami mengharapkan pemerintah hadir dan melihat atas banyaknya korban ini. Korban laka lantas yang semakin hari semakin sering terjadi. Nyawa manusia menjadi korban,” tegasnya.
Hasan menilai jalur Kebonagung–Kraton saat ini sudah tidak layak dilalui kendaraan bertonase besar. Kondisi jalan yang sempit ditambah aktivitas truk besar di kedua sisi jalan disebut menjadi pemicu utama tingginya risiko kecelakaan.
“Kami mengkhawatirkan terjadi korban lagi, karena jalur ini tidak layak untuk dilalui. Kedua sisi jalur ini dipakai semua truk besar,” katanya.
Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah sekolah yang berada tepat di sepanjang jalur tersebut. Hal itu dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan anak-anak sekolah yang setiap hari melintas.
“Perlu diketahui bahwa jalur ini ada banyak sekolah dasar yang persis di jalur ini, ada SDN 1 Krapyakrejo, SDN Randusari, ada TPQ dan Madrasah Krapyakrejo, SMP 10, SMP 7 dan SMP 4 yang menjadi rute anak-anak sekolah. Ini yang menjadi kekhawatiran kami dan potensi laka lantas, mengingat jalur ini tidak layak untuk dilalui truk-truk besar,” pungkasnya.
Warga kini berharap Pemerintah Kota Pasuruan segera mengambil langkah konkret, mulai dari evaluasi jalur kendaraan berat, hingga pembatasan operasional truk besar demi mencegah jatuhnya korban jiwa berikutnya di jalur yang kini dijuluki warga sebagai “jalur maut” Kebonagung–Kraton.(Koko)