Jalur Maut Kebonagung–Kraton Kembali Makan Korban, Warga Keluhkan Jalur Pengalihan Dua Arah
Kota Pasuruan, indo-news.id — Kecelakaan kembali terjadi di jalur Kebonagung–Kraton, Kota Pasuruan. Insiden terbaru ini terjadi hanya sehari setelah kecelakaan maut yang menewaskan sepasang suami istri (pasutri), sehingga membuat warga semakin khawatir dengan kondisi jalur pengalihan dua arah tersebut, Minggu (10/5/2026).
Kali ini, kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat Street bernopol N-4282-VAC yang dikendarai Wahyu Johan Hardiansa. Berdasarkan kronologi, korban melaju dari arah barat menuju timur. Setelah melewati tikungan, korban diduga kehilangan konsentrasi hingga kendaraan oleng ke kanan dan menabrak pagar kayu milik warga.
Sejumlah warga menilai jalur Kebonagung–Kraton kini semakin berbahaya sejak diberlakukan sebagai jalur pengalihan dua arah. Jalan yang sempit ditambah kendaraan besar yang saling berebut jalan kerap memicu situasi berbahaya bagi pengguna jalan lain.
Salah satu warga, Ana Maharani, mengaku hampir menjadi korban saat melintas di jalur tersebut.
“Waktu kemarin saya dari arah Kraton juga begitu, ada truk dari arah Kebonagung ke Kraton salipan besar-besaran. Otomatis saya banting setir langsung masuk ke halaman meubel orang. Kalau tidak begitu bisa ketabrak saya. Mereka sama-sama tidak mau ngalah padahal jalannya sempit, malah dibuat selip-selipan,” ungkapnya.
Keluhan warga ini semakin mempertegas kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jalur pengalihan yang dinilai kurang aman.
Warga berharap ada evaluasi serius dari pihak terkait, mulai dari pengaturan arus kendaraan besar, pemasangan rambu tambahan, hingga pengawasan di titik rawan kecelakaan agar tidak terus memakan korban.
Sementara itu, saat wartawan mencoba melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Dinas Perhubungan terkait kondisi jalur dan maraknya kecelakaan di kawasan tersebut, hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban maupun tanggapan resmi yang diberikan.(Koko)