Wabup Shobih Asrori Resmikan Sekolah Lestari di Pasuruan, Dua SDN Jadi Pilot Project

1,523

Pasuruan, indo-news.id – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, nyaman, dan ramah lingkungan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui peresmian Program Sekolah Lestari yang dipusatkan di Kecamatan Purwosari, Rabu (4/11/2026).

Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori. Dalam program tersebut, dua sekolah dasar ditetapkan sebagai pilot project sekaligus penerima manfaat, yakni SDN Purwosari 2 dan SDN Purwosari 3.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Pasuruan bersama perwakilan Yayasan Blue SEED Indonesia, Agus Jaenuddin. Kegiatan tersebut turut disaksikan Mr. Min Youngjin selaku Chairman of the Board of KT&G Social Welfare Foundation, Mr. Kim Youngju selaku Director of KT&G Factory, Mr. Lim Sunjun selaku Executive Director of KT&G Social Welfare Foundation, serta Mr. Park Chanbum selaku Team Lead of KT&G Social Welfare Foundation.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti menjelaskan, Program Sekolah Lestari merupakan inisiatif pendidikan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang lahir dari kolaborasi Yayasan Blue SEED Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dengan dukungan mitra dari Korea Selatan, di antaranya Chorogusan for Children dan KT&G Social Welfare Foundation.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembenahan sarana dan prasarana sekolah, tetapi juga penguatan kapasitas tenaga pendidik sebagai bagian dari peningkatan kualitas lingkungan belajar.

Di SDN Purwosari 2, revitalisasi meliputi pembangunan dan rehabilitasi toilet siswa, ruang perpustakaan, kantin sekolah, ruang penjaga, tempat green school, serta pengadaan meja dan kursi bagi sejumlah siswa.

Sementara di SDN Purwosari 3, bantuan revitalisasi mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, pembangunan lapangan mini soccer, lapangan basket, rehabilitasi ruang UKS, serta pengadaan meja dan kursi untuk siswa.

“Blue SEED juga memberikan pelatihan bagi kepala sekolah dan guru terkait fun child, sekolah lestari, literasi, numerasi, sekolah Adiwiyata, serta beberapa kurikulum tambahan dari Kabupaten Pasuruan terkait sekolah inklusif,” jelas Tri Krisni.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menegaskan bahwa Program Sekolah Lestari menjadi salah satu langkah konkret dalam mewujudkan pendidikan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Shobih tersebut, konsep sekolah lestari tidak sekadar diwujudkan melalui perbaikan bangunan dan fasilitas pendidikan. Lebih dari itu, program ini juga mencakup peningkatan kapasitas guru dan siswa, pendampingan berkelanjutan, monitoring, hingga bantuan teknis yang terintegrasi.

“Program Sekolah Lestari tidak berorientasi pada bantuan tunai. Dukungan diwujudkan melalui pendekatan yang diharapkan mampu menciptakan perubahan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan sarana fisik hingga tumbuhnya budaya belajar yang lebih sehat, aman, hijau, dan nyaman,” terangnya.

Gus Shobih juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Blue SEED Indonesia beserta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut.

Ia berharap revitalisasi fasilitas dan berbagai pelatihan yang diberikan dapat menghadirkan manfaat jangka panjang, baik bagi peserta didik, guru, maupun masyarakat sekitar.

Dengan lingkungan sekolah yang semakin layak dan fasilitas pembelajaran yang memadai, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.

“Kehadiran berbagai pihak dalam program ini menegaskan komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi generasi masa depan Indonesia,” harapnya.(Koko)