Resmi Buka Penjaringan, Prof. Roike Montolalu Awali Bursa Calon Rektor Unsrat
MANADO – Proses penjaringan bakal calon Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) periode 2026–2030 resmi memasuki tahap pendaftaran pada Selasa (3/11/2026) siang. Rangkaian suksesi pimpinan tertinggi di kampus unggulan Sulawesi Utara ini diawali dengan momentum penting saat Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc., menjadi figur pertama yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia penyelenggara.
Tepat pukul 14.15 WITA, sosok yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Umum Unsrat tersebut tiba di Sekretariat Panitia Penjaringan yang berlokasi di area Auditorium Kampus. Kedatangan Prof. Roike disambut langsung oleh jajaran panitia yang telah bersiap menerima dokumen persyaratan pencalonan. Langkah awal ini turut disaksikan oleh sejumlah civitas akademika yang memadati area sekretariat.
Usai penyerahan, panitia langsung melakukan verifikasi dan pemeriksaan mendalam terhadap kelengkapan administrasi yang dibawa. Setelah melalui pengecekan yang teliti demi memastikan kesesuaian dengan regulasi penjaringan, panitia secara resmi menyatakan bahwa seluruh dokumen pendaftaran Prof. Roike berstatus lengkap dan memenuhi syarat awal pencalonan.
Sebagai bentuk komitmen moral dan etika, Prof. Roike kemudian membacakan pakta integritas secara langsung di hadapan panitia. Tahapan wajib ini menjadi landasan penting bagi setiap bakal calon untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi, sekaligus menjauhkan proses demokrasi kampus dari praktik-praktik yang dapat merusak kredibilitas institusi.
Setelah seluruh proses administrasi dan pembacaan pakta integritas rampung, Prof. Roike menyampaikan pernyataan publik mengenai motivasi besarnya maju dalam bursa pemilihan ini. Ia mengawali pidatonya dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan untuk mengabdi lebih luas di institusi yang telah lama menjadi tempatnya berbakti.
Ia menegaskan bahwa pencalonan ini merupakan amanah besar dari keluarga besar Unsrat. Baginya, jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk membawa kemajuan nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat Sulawesi Utara.
Menutup pernyataannya, Prof. Roike memaparkan bahwa visi dan misi yang diusungnya diselaraskan dengan arah kebijakan nasional dan internal kampus. Secara makro, ia merujuk pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Sementara secara mikro, program kerjanya dilandasi oleh Statuta Unsrat Tahun 2025 dan Renstra Unsrat terbaru guna memastikan arah pembangunan kampus tetap adaptif, selaras, dan berkelanjutan.(Didi)