Ronald Kansil Siap Kawal Aspirasi Warga Madidir dan Girian Hingga Ditindaklanjuti
BITUNG, Indo-news.id—Wakil Ketua DPRD Kota Bitung, Ronald Gunawan Kansil SH (RGK), melaksanakan kegiatan reses di Aula Kantor Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai kelurahan di Kecamatan Madidir terkait persoalan infrastruktur, lingkungan, hingga pelayanan pemerintah.
Reses dihadiri puluhan warga yang secara langsung menyampaikan berbagai keluhan dan harapan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Bitung dari Fraksi Gerindra tersebut.
Berbagai persoalan yang mencuat dalam dialog tersebut di antaranya menyangkut kerusakan drainase, kondisi jalan yang rusak, hingga gangguan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan di sekitar permukiman warga.
Dalam kesempatan itu, Ronald Gunawan Kansil menegaskan bahwa setiap aspirasi masyarakat akan dicatat dan diteruskan kepada Pemerintah Kota Bitung untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah kondisi drainase di Kelurahan Madidir Unet, tepatnya saluran air yang berada di sekitar Gereja Saitun.
Warga mengeluhkan aliran air yang tidak lagi mengalir ke saluran drainase sehingga berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.
Menanggapi hal tersebut, Ronald mengakui persoalan drainase memang menjadi salah satu permasalahan klasik yang masih dihadapi Kota Bitung.
“Memang ini menjadi permasalahan klasik yang ada di Kota Bitung. Kami akan segera menindaklanjuti bersama lurah dan pemerintah kecamatan. Kalau memang tersedia anggaran untuk pembersihan drainase di lokasi tersebut, kami akan bersinergi dengan pihak eksekutif agar dapat segera ditangani,” ujar Ronald Gunawan Kansil.
Selain drainase, warga juga menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan di depan Gereja Saitun dan kawasan SD Inpres 675 yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
Menurut Ronald, pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan akibat adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur.
“Memang tahun ini ada pemotongan dana transfer ke daerah. Bukan hanya Kota Bitung, tetapi hampir seluruh kabupaten dan kota di Indonesia merasakan dampaknya. Meski demikian, kami tetap optimistis bersama Pemerintah Kota Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka akan mencari solusi agar masyarakat tetap dapat menikmati akses jalan yang baik,” katanya.
Ia memastikan seluruh usulan masyarakat akan disampaikan kepada pemerintah kota agar menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan sesuai skala prioritas.
Keluhan lain disampaikan oleh warga terkait kondisi jalan rusak yang belum dilengkapi saluran drainase di salah satu kawasan permukiman.
Menanggapi hal itu, Ronald menyatakan akan turun langsung ke lokasi bersama tim untuk memastikan titik-titik yang menjadi keluhan masyarakat.
“Kami akan turun langsung satu atau dua hari ke depan untuk melihat kondisi di lapangan. Dengan begitu kami dapat memastikan lokasi yang bermasalah sehingga dapat segera dikoordinasikan dengan instansi teknis,” ujarnya.
Ronald Gunawan Kansil juga meminta pemerintah kecamatan dan Dinas Pekerjaan Umum agar mencatat seluruh aspirasi masyarakat sehingga apabila tersedia anggaran, pekerjaan penanganan jalan maupun drainase dapat segera dilaksanakan.
Selain persoalan infrastruktur, warga juga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas salah satu perusahaan di kawasan Sinafut.
Menurut warga, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ronald menegaskan bahwa setiap perusahaan wajib menjalankan operasional sesuai standar operasional prosedur (SOP), terutama yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan.
“Pada prinsipnya perusahaan harus menjalankan seluruh aktivitas sesuai SOP. Jangan sampai kegiatan perusahaan menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak kepada masyarakat. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan turun langsung menemui pihak perusahaan untuk mengingatkan agar pengelolaan lingkungan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia mengatakan, kenyamanan masyarakat harus menjadi perhatian bersama sehingga aktivitas industri tetap berjalan tanpa mengganggu kualitas lingkungan di sekitar permukiman.
Ronald Gunawan Kansil menambahkan, kegiatan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Seluruh masukan yang diterima akan menjadi bahan pembahasan di DPRD sekaligus disampaikan kepada Pemerintah Kota Bitung sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan.
Melalui dialog terbuka tersebut, masyarakat diharapkan terus aktif menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sehingga pemerintah dan DPRD dapat bersinergi mencari solusi yang tepat demi meningkatkan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, serta perlindungan lingkungan di Kota Bitung.