Danrem 131/Santiago Kunjungi Boltara, Perkuat Sinergi dan Satukan Langkah
BOLAANG MONGONDOW UTARA — Komandan Korem 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi, S.I.P., M.Han., CGCAE, melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kamis (03/09/2026).
Kunjungan tersebut membahas penguatan sinergi TNI AD dan pemerintah daerah, terutama terkait mitigasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), program pembangunan serta sejumlah agenda strategis lainnya.
Danrem didampingi Kasiren 131/Santiago Kolonel Inf Wasono Handayani, S.Hub.Int., Kasiter 131/Santiago Kolonel Inf Lucky Sonny Maramis, A.Md., Dandim 1303/Bolmong Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P., dan Dandenpal Mayor Nathan Tambunan.
Rombongan diterima Bupati Boltara beserta para Asisten di Kantor Bupati Boltara sekitar pukul 08.05 Wita. Dalam audiensi, TNI AD dan pemerintah daerah membahas mitigasi dampak El Nino, terutama kesiapsiagaan menghadapi Karhutla.
Selain persoalan lingkungan dan kebencanaan, pertemuan juga membahas rencana pembentukan satuan baru setingkat Yonif TP di masing-masing kabupaten/kota serta kebutuhan dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan lahan.
Danrem 131/Santiago juga menyampaikan sejumlah program unggulan TNI AD, termasuk TNI AD Manunggal Air, Satgas Jembatan Garuda Merah Putih dan pembangunan Gerai KDKMP. Setelah audiensi, Danrem melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi pembangunan.
Lokasi yang dikunjungi antara lain KDKMP Soligir, Bolangitang 2, Saleo, Talaga, Maelang dan Ayong. Selain itu, rombongan meninjau Jembatan Perintis Desa Gihang, Jembatan Garuda Desa Pangi dan Jembatan Aramco Desa Pangi Timur.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus mengevaluasi pekerjaan di lapangan.
Dari hasil evaluasi, pembangunan KDKMP yang menjadi tanggung jawab Kodim 1303/Bolmong diminta untuk dipercepat. Strategi dan manajemen pekerjaan dinilai perlu segera disesuaikan agar seluruh titik yang menjadi tanggung jawab dapat diselesaikan pada September 2026.
“Yang kita kejar bukan hanya penyelesaian pekerjaan, tetapi bagaimana setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kendala di lapangan harus segera diidentifikasi dan dicarikan solusi,” tutur Danrem 131/Santiago.(Farisa)