Napak Tilas di Tondano dan Tomohon Perkuat Spirit Pelayanan Pelsus GMIM Sion Madidir Ure

0

BITUNG, Indo-news.id — Dalam rangka memaknai sejarah masuknya Injil dan perkembangan pendidikan Kristen di Tanah Minahasa, Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Sion Madidir Ure melalui panitia pelaksana menggelar kegiatan Napak Tilas Pelayan Khusus (Pelsus), Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang diikuti para pelayan khusus tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para misionaris yang telah meletakkan dasar pelayanan gereja dan pendidikan Kristen di Minahasa. 

Selain memperdalam pemahaman sejarah gereja, kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bagi para pelayan khusus dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah jemaat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke makam Johann Frederick Riedel di Tondano. 

Di lokasi tersebut, para peserta melakukan penghormatan dan mengenang jasa salah satu tokoh penting dalam sejarah pekabaran Injil di Minahasa.

Ketua BPMJ GMIM Sion Madidir Ure, Pdt. Sonij Imon, S.Th., M.Pd.K, menjelaskan bahwa Johann Frederick Riedel bersama rekannya Johann Gottlieb Schwarz merupakan dua misionaris pelopor yang membawa ajaran Kristen ke Minahasa pada abad ke-19.

Menurut Pdt. Sonij Imon, kedua penginjil tersebut merupakan warga negara Jerman yang memperoleh pendidikan di Belanda dan diutus oleh Nederlandsch Zendeling Genootschap (NZG) atau Perhimpunan Pekabaran Injil Belanda.

“Mereka datang di Tondano pada tanggal 12 Juni 1831 untuk memberitakan Injil kepada masyarakat Minahasa. Johann Frederick Riedel melayani hingga akhir hayatnya dan meninggal pada 12 Oktober 1860,” ungkap Pdt. Sonij.

Ia menjelaskan bahwa tanggal kedatangan kedua misionaris tersebut kemudian diperingati oleh Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) sebagai Hari Pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen di Tanah Minahasa.

Menurutnya, kontribusi Riedel dan Schwarz tidak hanya terbatas pada penyebaran ajaran Kristen, tetapi juga memberikan dampak besar dalam bidang pendidikan masyarakat Minahasa.

“Melalui dua penginjil ini, masyarakat alifuru yang sebelumnya belum mengenal Tuhan menjadi percaya kepada Yesus Kristus. Mereka juga mengajarkan pendidikan dasar seperti membaca dan menulis yang kemudian menjadi fondasi perkembangan pendidikan di Minahasa,” ujar Ketua Wilayah Bitung 9 tersebut.

Setelah mengunjungi makam Riedel di Tondano, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tomohon untuk melakukan ziarah ke makam Nicolaas Philip Wilken, seorang tokoh misionaris yang dikenal memiliki kontribusi besar dalam pelayanan dan pengembangan kehidupan masyarakat Minahasa pada periode tahun 1837 hingga 1878.

Di lokasi makam, para peserta melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas dedikasi pelayanan yang telah diberikan Wilken kepada masyarakat Minahasa selama puluhan tahun.

Ketua Panitia Pelaksana, Michael Sarinda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelayan khusus yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada BPMJ GMIM Sion Madidir Ure yang telah mempercayakan Pemuda Sion sebagai panitia pelaksana kegiatan napak tilas.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BPMJ yang telah menunjuk Pemuda Sion sebagai panitia pelaksana. Terima kasih juga kepada seluruh pelayan khusus yang telah hadir dan berpartisipasi sehingga kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses,” kata Sarinda.

Menurutnya, kegiatan napak tilas ini tidak hanya menjadi perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran spiritual bagi para pelayan gereja agar semakin memahami akar pelayanan dan perjuangan para penginjil yang telah membangun fondasi kekristenan di Minahasa.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ibadah syukur bersama yang dilayani oleh Pdt. Johan Daniel Langitan. 

Dalam suasana penuh kebersamaan dan sukacita, para peserta mengikuti ibadah sebagai bentuk ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam pelayanan gereja hingga saat ini.

Usai ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai permainan kebersamaan (games) serta makan siang bersama di Kolam De’88 Tondano, yang semakin mempererat hubungan antarpelayan khusus di lingkungan GMIM Sion Madidir Ure.

Melalui kegiatan Napak Tilas Pelsus ini, BPMJ GMIM Sion Madidir Ure berharap semangat pelayanan, pengorbanan, dan dedikasi para misionaris terdahulu dapat terus menjadi inspirasi bagi pelayan gereja dalam menjalankan tugas dan panggilan pelayanan di era modern.