Aksi Damai dan Doa Bersama di Jalur Maut Kota Pasuruan, GM-FKPPI Desak Solusi Cepat Pengalihan Arus Bukwedi

0

Kota Pasuruan, indo-news.id – Puluhan warga bersama Generasi Muda Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (GM-FKPPI) Kota Pasuruan menggelar aksi damai, istighosah, tahlil, dan doa bersama di pertigaan Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Rabu (17/6/2026).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut merupakan bentuk keprihatinan sekaligus protes terhadap kondisi jalur alternatif yang digunakan selama proyek perbaikan Jembatan Bukwedi. Massa menilai jalur tersebut semakin rawan kecelakaan dan telah menelan korban jiwa maupun korban luka.

Sebelum menyampaikan aspirasi, peserta aksi terlebih dahulu menggelar istighosah dan doa bersama untuk para korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur alternatif tersebut.

Doa juga dipanjatkan agar seluruh pengguna jalan diberikan keselamatan dan tidak ada lagi korban akibat kondisi lalu lintas yang dinilai membahayakan.

Ketua GM-FKPPI Kota Pasuruan, Ayi Suhaya, S.H., mengatakan aksi damai ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang selama dua bulan terakhir terdampak pengalihan arus lalu lintas akibat perbaikan Jembatan Bukwedi.

“Jalur alternatif ini sudah menjadi jalur maut. Sudah ada korban meninggal dunia, luka berat hingga luka ringan. Kami menggelar doa bersama untuk para korban sekaligus mendesak pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum kembali jatuh korban berikutnya,” tegas Ayi.

Dalam orasinya, Ayi menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menimbulkan kemacetan, tetapi juga mengancam keselamatan pelajar, pekerja, warga sekitar, maupun pengguna jalan dari luar daerah yang melintas di Kota Pasuruan.

Massa aksi meminta Pemerintah Kota Pasuruan segera mengambil langkah konkret dengan mengalihkan kendaraan berat melalui jalan tol. Mereka menilai truk-truk besar dari arah Surabaya maupun Probolinggo tidak seharusnya melintasi kawasan pusat kota maupun jalur alternatif yang saat ini dipadati kendaraan kecil.

Dalam kesempatan tersebut, GM-FKPPI membacakan surat pernyataan sikap yang ditujukan kepada Wali Kota Pasuruan. Surat itu berisi empat tuntutan, yakni pengalihan kendaraan berat melalui jalur tol, koordinasi lintas instansi untuk mencari solusi cepat, hingga desakan agar para pemangku kebijakan bertanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat.

Selain menyampaikan tuntutan, massa juga mengusulkan rekayasa lalu lintas dengan mengarahkan kendaraan berat dari arah Surabaya melalui Exit Tol PIER dan kendaraan dari arah Probolinggo melalui Exit Tol Grati. Sementara jalur arteri dan jalur alternatif diharapkan diprioritaskan bagi kendaraan kecil dan angkutan ringan.

Menurut mereka, bercampurnya kendaraan berat dan kendaraan kecil pada jalur sempit menjadi salah satu faktor meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah konkret sebelum kembali terjadi korban jiwa.

Aksi damai yang berlangsung tertib tersebut ditutup dengan doa bersama dan pembacaan pernyataan sikap. Warga dan GM-FKPPI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga pemerintah menghadirkan solusi yang berpihak pada keselamatan masyarakat.(Koko)