Resmi! Tradisi “Monuntul” Kotamobagu Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia
KOTAMOBAGU — Kabar membanggakan kembali datang bagi masyarakat Kota Kotamobagu. Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, menghadiri langsung kegiatan peluncuran (launching) Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat Penetapan “Monuntul” sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, Jumat (22/05/2026) lalu.
Dalam momen bersejarah tersebut, sertifikat diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan resmi negara terhadap kekayaan budaya khas Bolaang Mongondow Raya, khususnya yang tumbuh dan lestari di Kota Kotamobagu.
Penetapan “Monuntul” sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia merupakan tonggak penting dalam upaya perlindungan budaya lokal. Tradisi kultural ini dinilai memiliki nilai historis, filosofi mendalam, serta kearifan lokal yang tinggi, sehingga sangat layak dijaga keberlangsungannya di tengah arus modernisasi.
Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian nasional ini. Ia menegaskan bahwa pengakuan ini bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan sebuah tanggung jawab besar bagi seluruh elemen daerah.
“Ini adalah kebanggaan besar bagi seluruh masyarakat Kota Kotamobagu. Penetapan ‘Monuntul’ sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk menjaga, merawat, dan mewariskan tradisi luhur ini kepada generasi mendatang,” ujar Rendy.
Momentum ini diyakini akan semakin memperkuat komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu dalam mendukung pelestarian kebudayaan sebagai pilar identitas daerah. Di sisi lain, kehadiran Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara yang baru diresmikan tersebut diharapkan dapat menjadi pusat edukasi sekaligus promosi budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan lokal ke tingkat nasional hingga internasional.
Melalui pengakuan resmi ini, Kotamobagu kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang kaya akan warisan sejarah, sekaligus siap membentengi nilai-nilai luhur tersebut agar tetap hidup dan relevan di masa depan.(Dp)