Evaluasi Rekayasa Arus Lalu Lintas, Dishub Kota Pasuruan Siapkan Pemecahan Jalur dan Tambahan Rambu di Titik Rawan
Kota Pasuruan, indo-news.id – Rapat koordinasi bersama instansi terkait dan evaluasi rekayasa arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto hingga entrance Tol Sutojayan Kota Pasuruan digelar di Aula Polsek Gadingrejo Polres Pasuruan Kota, Selasa (12/5/2026).
Rapat tersebut melibatkan unsur Dinas Perhubungan, kepolisian, PJN, Kesbangpol, Dinas PU, Polsek, hingga jajaran lalu lintas guna mencari solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan di jalur pengalihan arus.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan, Andriyanto mengatakan, hasil evaluasi memutuskan adanya pemecahan arus kendaraan di jalur timur sebagai langkah mengurangi kepadatan di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Urip Sumoharjo.
“Jadi hari ini telah dilakukan rapat bersama tim terkait, kepolisian, PJN, Kesbangpol, PU dan lainnya untuk mengevaluasi kejadian kemarin serta kondisi pengalihan arus yang ada,” ujar Andriyanto.
Menurutnya, kendaraan dari arah Kebonagung nantinya akan dibagi ke dua arah, yakni tetap lurus ke barat maupun dialihkan ke utara.
Langkah tersebut akan didukung dengan pemasangan papan petunjuk tambahan agar pengendara lebih mudah memahami rekayasa lalu lintas yang diterapkan.
Selain itu, Dishub juga mengidentifikasi sedikitnya sembilan titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur pengalihan mulai Karangketug hingga Blandongan melalui jalur selatan.
Di titik-titik tersebut, Dishub akan menambah berbagai perlengkapan keselamatan jalan seperti papan imbauan, cermin tikungan, hingga rambu rotary pada tikungan tajam.
“Ada dua titik yang rencananya dipasang rotary karena cukup rawan dan tikungannya tajam, yakni di sekitar Cafe Budja dan SD Bukir,” jelasnya.
Andriyanto berharap dengan penambahan fasilitas keselamatan jalan tersebut, masyarakat bisa lebih berhati-hati saat melintas sehingga kejadian kecelakaan lalu lintas tidak kembali terulang.
Terkait pelaksanaan pemecahan arus, Dishub menargetkan penerapan dilakukan secepatnya sambil menunggu proses pembuatan papan informasi selesai dalam waktu sekitar dua hingga tiga hari ke depan.
“Nanti akan ada petugas yang mengarahkan kendaraan, mana yang ke barat dan mana yang diarahkan ke utara agar kepadatan bisa terurai,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dishub Kota Pasuruan juga berencana meningkatkan koordinasi pengalihan arus menuju jalur tol dari arah Grati maupun Pier.
Namun konsep tersebut masih dalam pembahasan karena berada di luar kewenangan wilayah Kota Pasuruan.
Dishub berharap penambahan papan penunjuk menuju akses tol nantinya dapat mengurangi kepadatan kendaraan yang masuk dan melintasi pusat Kota Pasuruan.(Koko)