PAD Pemkot Bitung Triwulan I Tembus Rp 24 Miliar, Naik 23 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya 

0

BITUNG, Indo-news.id — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung menunjukkan tren positif pada triwulan I tahun 2026. 

Realisasi PAD tercatat mengalami kenaikan sebesar 23,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung mencatat total realisasi PAD triwulan I 2026 mencapai Rp24.243.033.933,45 dari target Rp104 miliar.

Plt Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak lepas dari kontribusi sejumlah indikator utama yang mengalami peningkatan signifikan.

Ia menyebutkan, terdapat empat komponen penting yang menopang kenaikan tersebut, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan yang sah.

“Ini menjadi hal yang baik karena menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat. Kami berharap ke depan capaian ini bisa terus ditingkatkan,” ujar Theo Rorong, Selasa (7/4/2026)

Dari data yang ada, sektor pajak daerah menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi sebesar Rp17,96 miliar atau sekitar 19,82 persen dari target. 

Sementara itu, retribusi daerah tercatat sebesar Rp631,9 juta atau 9,22 persen. 

Pada sisi lain, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan justru menunjukkan performa paling tinggi dengan capaian 96,09 persen atau sebesar Rp5,28 miliar.

Selain itu, kategori lain-lain PAD yang sah juga memberikan kontribusi cukup signifikan dengan realisasi Rp362,67 juta atau 36,27 persen. 

Secara keseluruhan, total realisasi PAD tahun 2025 pada periode yang sama sebelumnya berada di angka Rp18,42 miliar, sehingga terjadi lonjakan yang cukup berarti di tahun ini.

Theo menjelaskan bahwa kenaikan ini juga dipengaruhi oleh adanya peningkatan pada sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta tambahan deviden dari pengelolaan aset daerah. 

Kedua faktor ini dinilai menjadi pendorong utama dalam mendongkrak pendapatan daerah.

“BPHTB mengalami kenaikan yang cukup baik, ditambah adanya tambahan deviden. Ini tentu sangat membantu dalam meningkatkan PAD,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bapenda Kota Bitung juga terus melakukan langkah strategis melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.

Intensifikasi dilakukan dengan mengoptimalkan potensi pajak yang sudah ada, sementara ekstensifikasi dilakukan dengan memperluas basis pajak baru.

Upaya ini dinilai efektif dalam meningkatkan penerimaan daerah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. 

Theo menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan inovasi dan pengawasan agar target PAD tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal.

Dengan capaian positif di triwulan pertama ini, Pemerintah Kota Bitung optimistis tren peningkatan PAD akan terus berlanjut hingga akhir tahun. 

Kinerja ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.