BITUNG, Indo-news.id—Upacara adat Tulude tahun 2026 di Kota Bitung berlangsung dengan nuansa budaya yang sangat terasa dan penuh makna.
Pelaksanaan tradisi adat masyarakat Nusa Utara ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya digelar melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bitung dan Ikatan Kekeluargaan Sitaro, Sangihe, dan Talaud (IKSSAT) Kota Bitung.
Ketua Panitia Tulude 2026 Pemerintah Kota Bitung, Alfred Salindeho SE MM, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tulude tahun ini merupakan wujud nyata harmonisasi budaya serta kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat Nusa Utara yang ada di Kota Bitung.
Menurutnya, Tulude bukan sekadar seremoni adat, tetapi juga simbol persatuan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur.
“Pelaksanaan Tulude tahun ini sangat kental dengan nuansa budaya. Ini adalah kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Bitung dan IKSSAT sebagai bentuk harmonisasi dalam merangkai budaya,” ujar Alfred Salindeho saat ditemui usai pelaksanaan upacara adat Tulude.
Alfred juga menjelaskan bahwa selama ini kegiatan Tulude umumnya dibiayai sepenuhnya melalui anggaran pemerintah daerah.
Namun pada tahun 2026, IKSSAT turut ambil bagian secara langsung dalam pembiayaan kegiatan, sehingga dapat meringankan beban anggaran pemerintah.
Keterlibatan IKSSAT ini dinilai sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam melestarikan adat dan budaya Nusa Utara di Kota Bitung.
“Ini bagian dari komitmen panitia pelaksana bersama IKSSAT untuk terus menjaga dan melestarikan budaya adat masyarakat Nusa Utara yang hidup dan berkembang di Kota Bitung,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Alfred Salindeho juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Bitung, Wakil Wali Kota Bitung, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bitung yang telah memberikan dukungan penuh sehingga upacara adat Tulude dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada pengurus IKSSAT Kota Bitung dan seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini.
Sinergi yang terbangun antara pemerintah dan organisasi masyarakat dinilai menjadi contoh positif dalam menjaga keberagaman budaya sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah dinamika perkotaan.
Pelaksanaan Tulude 2026 di Kota Bitung diharapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya leluhur Nusa Utara.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Tulude menjadi simbol kuat bahwa budaya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.