Aliansi Buruh Bersama Komunitas Sopir Angkot Manado Tolak BTS, Siap Aksi Demo
MANADO – Demi kesejahteraan sopur angkutan mikrolet kota Manado, Aliansi serikat pekerja menyatakan sikap penolakan terhadap rencana pengoperasian (Buy The Service) BTS di Kota Manado.
Aliansi Serikat Pekerja/ Serikat Buruh Sulawesi Utara yang terdiri dari KSBSI,FTIA, FKUI,FNIKEUBA,FKAMIPARHO,Basis Angkot (PSMK) Persatuan Sopir Malalayang Kampus.
Mereka menolak pemberlakuan bus armada BTS yang akan beroperasi pada awal bulan November 2025
Alasan penolakan tersebut menurut Aliansi Serikat Buruh/ Pekerja di Sulut dan sejumlah organisasi Angkot Manado .
1. Kehadiran BTS akan mengurangi pendapatan sopir angkot yang sudah ada dan mengancam usaha mata pencarian mereka utk menafkahi keluarga. Karena dengan kehadiran BTS dengan sendirinya pendapatan mereka menurun
2. Kehadiran BTS akan mematikan angkot yg selama ini sdh lama beroperasi di kota Manado.
3. Kehadiran BTS akan menyengsarakan dan memiskinkan sopir angkot dan keluarganya.
4. Kehadiran BTS bukan jawaban solutif pemerintah kota Manado khusus untuk para sopir angkot, tp justru menjadi musibah dan malapetaka bagi para sopir angkot dan keluarganya.
5. BTS adalah keputusan Pemerintah Kota Manado yg tidak populis buat kaum buruh/ pekerja Transportasi dan angkutan.
Mereka pun menyatakan akan turun ke jalan melakukan aksi demontrasi ke Pemkot Manado dan DPRD kota Manado, yang melakukan dan merestui kebijakan yang tiba saat tiba akal.
Seperti halnya yang dikatakan Korwil KSBSI Sulut, Jack Andalangi bahwa keputusan pemberlakuan BTS hanya berpikir pada usaha kaum kapitalis, Karena tidak ada kajian yang matang serta sosialisasi yg terbuka serta uji publik yg komprehensif.
“Karena ini menyangkut hajat hidup keluarga kami, maka dalam aksi demo tersebut kami akan membawa anak istri kami sebagai bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah yg mau menghadirkan BTS ini,”tegas Andalangi,Minggu (02/11/225).
Menurutnya, mestinya Pemerintah dalam hal ini dishub kota Manado membenahi dahulu penyimpangan-penyimpangan trayek yang marak terjadi di berbagai jalur di kota Manado yang justru bila dibiarkan terus akan berakibat kemacetan.
“Ini sdh kami lapor tapi terkesan ditutup tutupi oleh oknum dinas di perhubungan kota Manado,”tandasnya.
