Ellen Honandar Sondakh Dorong Keluarga Sajikan Pangan Sehat dari Bahan Lokal

2

BITUNG, Indo-news.id—Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Bitung, Ny. Ellen Honandar Sondakh, S.E., resmi membuka Lomba Cipta Menu Pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) berbasis pangan lokal antarkecamatan se-Kota Bitung, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Girian Weru 2, Kecamatan Girian, Kota Bitung, dan diikuti jajaran TP PKK dari tingkat kecamatan hingga kelurahan se-Kota Bitung.

Kedatangan Ketua TP PKK Kota Bitung disambut Sekretaris TP PKK Kota Bitung, Ny. Jacinta Marrybel Maringka Gumolung, bersama jajaran pengurus TP PKK tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.

Lomba cipta menu B2SA ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas dalam mengolah makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai bagian dari pola konsumsi keluarga sehari-hari.

Dalam sambutannya, Ellen Honandar mengatakan kualitas kesehatan keluarga dan generasi penerus bangsa sangat berkaitan dengan pola konsumsi pangan yang diterapkan sejak dari lingkungan keluarga.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi memasak, melainkan wadah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa makanan sehat, bergizi, seimbang, dan aman dapat diolah secara menarik serta memiliki cita rasa yang tetap menggugah selera.

“Hari ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan memasak, melainkan wadah strategis untuk membuktikan bahwa makanan sehat, bergizi, dan seimbang tidaklah membosankan,” kata Ellen Honandar Sondakh.

Ia menilai Kota Bitung memiliki beragam potensi bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi makanan bernilai gizi. 

Potensi tersebut, kata Ellen, dapat dimanfaatkan secara kreatif oleh masyarakat untuk menghasilkan menu keluarga yang tidak hanya lezat, tetapi juga mendukung kebutuhan nutrisi.

“Melalui tangan-tangan terampil peserta lomba, bahan pangan lokal yang melimpah di Kota Bitung dapat disulap menjadi hidangan lezat yang kaya nutrisi, aman dikonsumsi, sekaligus bernilai tinggi,” ujarnya.

Menurut Ellen, pemanfaatan pangan lokal memiliki manfaat yang lebih luas. Selain membantu menghadirkan pilihan makanan bergizi bagi keluarga, kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar.

Karena itu, ia berharap lomba tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau kompetisi antarkecamatan. 

Inspirasi dari berbagai menu yang dihasilkan peserta diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam penyediaan makanan bagi keluarga.

Ellen juga mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang untuk saling berbagi inspirasi dan memperkuat kebersamaan antarkader TP PKK di Kota Bitung.

“Mari jadikan ajang ini sebagai sarana berbagi inspirasi, kebersamaan, dan menggerakkan kesadaran masyarakat bahwa sehat itu dimulai dari piring makan keluarga kita,” tuturnya.

Ia meminta para peserta menampilkan kreativitas terbaik dalam mengolah pangan lokal. Menurutnya, makanan yang sehat tidak harus mahal ataupun sulit dibuat. 

Dengan kreativitas dan pemilihan bahan yang tepat, pangan lokal dapat menjadi menu keluarga yang bergizi sekaligus menarik.

“Tunjukkan kreativitas terbaik, sajikan dengan penuh cinta,” pesan Ellen Honandar Sondakh.

Lomba Cipta Menu Pangan B2SA berbasis pangan lokal antarkecamatan tersebut menjadi salah satu upaya TP PKK Kota Bitung dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keberagaman pangan, pemenuhan gizi seimbang, serta keamanan makanan yang dikonsumsi keluarga.

Melalui kegiatan ini, pesan mengenai pola hidup sehat diharapkan semakin dekat dengan masyarakat karena dimulai dari hal sederhana, yakni pilihan makanan yang disajikan setiap hari di meja makan keluarga.

Dengan melibatkan TP PKK di tingkat kecamatan dan kelurahan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperluas edukasi tentang pangan B2SA hingga ke lingkungan masyarakat. 

Pada akhirnya, pemanfaatan pangan lokal bukan hanya menghasilkan menu yang kreatif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun keluarga sehat dan generasi penerus yang berkualitas di Kota Bitung.