Kebakaran Lahan Meluas di Tengah Cuaca Panas dan Angin, Babinsa Binuanga Turun Padamkan Api

5

BOLMONG UTARA – Kebakaran melanda bekas areal hutan di Desa Binuanga, Kecamatan Bolangitang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Selasa (08/09/2026). Api cepat membesar dan merambat ke semak-semak akibat kondisi cuaca panas dan angin.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 15.00 Wita. Api disebut berasal dari sisa pembakaran lahan sebelum kemudian menjalar ke area bekas hutan. Kondisi tersebut mendapat perhatian karena titik api berada di sekitar pinggir jalan dan belakang rumah warga.

Babinsa Koramil 1303-14/Bolangitang Serda Husni Sait yang menerima informasi langsung berkoordinasi dengan tim pemadam kebakaran, aparat desa, serta pihak PLTU Sulut 1.

Sebelum armada pemadam tiba, Babinsa bersama aparat desa dan warga melakukan upaya pemadaman secara manual. Langkah itu dilakukan untuk menahan penyebaran api. Sekitar pukul 15.15 Wita, mobil tangki air milik PLTU Sulut 1 tiba di lokasi. Pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama.

Di lokasi kejadian, Babinsa terlihat berada langsung di area terdampak kebakaran dengan menggunakan peralatan pemadam, sementara warga dan unsur lainnya turut membantu proses penanganan. Sekitar pukul 15.27 Wita, api berhasil dipadamkan dan kondisi dinyatakan aman serta terkendali.

Babinsa Koramil 1303-14/Bolangitang Serda Husni Sait mengatakan, respons cepat diperlukan mengingat kondisi angin dapat membuat api kembali menjalar.

“Kami tidak ingin api merambat dan semakin mendekati rumah warga. Karena itu, begitu mendapat informasi kami langsung bergerak dan berkoordinasi dengan unsur terkait,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembukaan atau pembersihan lahan.

“Musim kemarau membuat kondisi lahan mudah terbakar. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena risikonya dapat meluas dan sulit dikendalikan,” katanya.

Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 1,5 hektare bekas lahan hutan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan kerugian masih dalam pendataan. Penanganan kebakaran berlangsung melalui kerja bersama antara unsur TNI, pemadam kebakaran, aparat desa, pihak PLTU Sulut 1 dan masyarakat.(Farisa)