Komisi I DPRD Kota Pasuruan Sidak Sekolah Rakyat 2, Yanuar Priambada Apresiasi Fasilitas Berstandar Internasional

0 787

Kota Pasuruan, indo-news.id – Komisi I DPRD Kota Pasuruan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Rakyat 2 Kota Pasuruan. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya DPRD dalam melihat secara langsung kondisi fasilitas pendidikan, asrama, serta berbagai sarana penunjang yang diberikan kepada para siswa, Sekolah Rakyat 2 Purworejo, Kota Pasuruan, Selasa (1/9/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan, Yanuar Priambada, S.E., dan dihadiri anggota Komisi I DPRD Kota Pasuruan, Dr (C) Akhmad Rifa’i, S.H., M.H., Riski Asmarani, dan Khairul Fattah.

Kedatangan jajaran Komisi I disambut Kepala Sekolah Rakyat 2 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, S.Pd., beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut, para wakil rakyat melihat langsung sejumlah fasilitas yang digunakan siswa, mulai ruang belajar, ruang asrama, tempat makan hingga sarana olahraga.

Ketua Komisi I DPRD Kota Pasuruan, Yanuar Priambada, mengaku memberikan apresiasi terhadap kondisi fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat 2.

“Kita Komisi I baru sekali ini ke Sekolah Rakyat dan ternyata fasilitasnya, mulai dari ruang sekolah sampai ruang tempat tidur siswa, kualitasnya cukup bagus,” ujar Yanuar.

Menurutnya, fasilitas yang tersedia tidak hanya menunjang kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mendukung kehidupan siswa selama berada di asrama.

Bahkan, Yanuar memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas olahraga yang menurutnya memiliki kualitas sangat baik.

“Fasilitas-fasilitasnya mulai dari fasilitas olahraga, itu pakai standar internasional,” katanya.

Yanuar menilai program Sekolah Rakyat merupakan program yang sangat positif karena memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dengan fasilitas yang memadai.

Ia mencontohkan, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga memperoleh fasilitas asrama, makan, pengasuhan hingga pembelajaran kemandirian.

“Kalau bukan Sekolah Rakyat, sudah berapa juta biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan fasilitas makan dan asrama seperti ini. Bahkan ada mesin cuci sendiri dan anak-anak diajari. Sepuluh siswa ada satu pengasuh,” jelasnya.

Selain itu, setiap ruang juga ditata dengan baik. Yanuar menyebut satu ruangan ditempati sekitar 16 siswa dengan fasilitas yang dinilai cukup bagus. Fasilitas tempat makan juga tersedia secara terpisah berdasarkan jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Lebih lanjut, Yanuar berharap masyarakat semakin memahami keberadaan Sekolah Rakyat. Sebab, menurutnya, masih ada masyarakat yang belum mengetahui secara utuh konsep dan fasilitas yang tersedia.

“Kalau sekarang sudah melihat fasilitasnya dan guru-gurunya, kayaknya akan banyak yang ingin dan berminat masuk Sekolah Rakyat ini,” ungkapnya.

Ia menilai program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan berkualitas.

“Program Bapak Presiden untuk masyarakat yang tidak mampu ini mulia sekali. Anak-anak yang tidak mampu bisa mendapatkan sekolah dengan fasilitas yang dulunya hanya ada di sekolah mahal. Kualitasnya internasional seperti di Jakarta, dan sekarang bisa dirasakan masyarakat daerah yang benar-benar tidak mampu,” tuturnya.

Yanuar berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah untuk mencetak generasi muda yang lebih berkualitas dan mampu membawa perubahan positif bagi masa depan.

“Harapannya anak-anak ini menjadi generasi yang lebih hebat di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat 2 Kota Pasuruan, Yuli Prihatini, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan jajaran Komisi I DPRD Kota Pasuruan.

Menurut Yuli, kunjungan tersebut menunjukkan adanya perhatian dan respons positif terhadap penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat rentan.

“Kunjungan anggota DPRD Kota Pasuruan ini yang kedua kali. Yang pertama dulu Komisi II, yang sekarang Komisi I DPRD Kota Pasuruan. Saya sangat bahagia kami dikunjungi, artinya ada respons luar biasa terkait dengan pendidikan inklusif, khususnya pendidikan untuk masyarakat rentan,” ujar Yuli.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Ini adalah upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan di bidang pendidikan,” katanya.

Yuli juga mengapresiasi berbagai tanggapan dan masukan yang diberikan jajaran Komisi I. Beberapa masukan terkait keasramaan dan berbagai hal lainnya akan menjadi bahan evaluasi dan akan disampaikan kepada kementerian.

“Tadi sudah beberapa masukannya juga bagus, terkait dengan beberapa hal di keasramaan dan lain-lain. Insya Allah juga akan saya sampaikan ke kementerian,” jelasnya.

Ia berharap ke depan kunjungan anggota DPRD tidak hanya sebatas monitoring, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada para siswa.

“Mungkin anggota DPR yang hadir bisa memberikan sesuatu kepada anak-anak. Ini akan lebih bagus, karena anak-anak juga biar tahu anggota DPR itu siapa, biar kenal lebih dekat dengan anak-anak,” harapnya.

Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan sinergi antara DPRD, pihak sekolah dan pemerintah dapat terus diperkuat untuk memastikan program Sekolah Rakyat berjalan optimal dan mampu memberikan pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.(Koko)