Jaipong Menari di Tepi Situ Cigangsa: 230 Penari Ramaikan Pasanggiri HUT ke-195 Purwakarta

0

Purwakarta,Indonews – Denting kendang Jaipong kembali menggema di tepi danau. Dalam rangka Hari Jadi ke-195 Kota dan ke-58 Kabupaten Purwakarta, Panggung Seni dan Budaya Atharrazka menggelar Pasanggiri Jaipong selama tiga hari, 26–28 Juni 2026. Ajang ini dipusatkan di kawasan wisata Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka.

Sebanyak 230 penari dari Purwakarta, Subang, Karawang, Bandung Barat, hingga daerah lain di Jawa Barat turut ambil bagian. Para peserta terbagi dalam kategori usia mulai 5 tahun hingga dewasa, serta tampilan tunggal dan kelompok.

Jaipong, tarian khas Sunda yang lahir dari paduan pencak silat, wayang golek, dan ketuk tilu, telah menjadi identitas budaya sejak pertengahan abad ke-20. Gerakannya yang lincah, cerah, dan penuh kehangatan dinilai merepresentasikan karakter masyarakat Priangan.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Purwakarta, Jhon Kamal, mengapresiasi gelaran ini. “Jaipong beserta adat dan tradisi Sunda lainnya harus kita jaga dan lestarikan agar tidak punah ditelan zaman. Apalagi di era digitalisasi yang sangat cepat, kesenian ini bisa tergerus jika tidak kita rawat bersama,” ujarnya saat menyampaikan sambutan di Situ Cigangsa, Minggu (28/06/2026).

Ketua Karang Taruna Kecamatan Campaka, H. Ahmad, S.T., turut menyampaikan apresiasi. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bentuk nyata Purwakarta menjaga jati dirinya.

“Keindahan Jaipong yang dipadukan dengan pesona alam Situ Cigangsa adalah aset luar biasa. Saya berharap Pemkab Purwakarta dan Pemprov Jabar, khususnya Bapak Gubernur, memberikan dukungan penuh berupa infrastruktur, promosi, dan pembinaan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, jika kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata budaya, maka dampaknya akan langsung dirasakan warga. “Saat wisata ramai, warung, pengrajin, pemandu wisata, hingga UMKM sekitar akan ikut sejahtera. Kemajuan Situ Cigangsa adalah kemajuan ekonomi masyarakat Campaka,” ucapnya.

Kepala Desa Campakasari, Aji Darmaji, menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, serta seluruh jajaran Karang Taruna. “Saya sangat mengapresiasi adanya Pasanggiri ini. Semoga ke depan dapat terus terjaga agar marwah budaya kita tidak hilang,” ujarnya.

Pasanggiri ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Situ Cigangsa sebagai pusat pertemuan budaya Sunda yang hidup, sekaligus berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Arip)