Hari Ketiga Pencarian Korban Longsor PETI Bolingongot, Tim Gabungan Berhasil Temukan Satu Korban

0

Bolaang Mongondow – Di balik beratnya medan, teriknya matahari, serta ancaman material longsor yang sewaktu-waktu dapat bergerak, semangat kemanusiaan para personel gabungan tetap menyala. Mereka bahu-membahu tanpa mengenal lelah, mengerahkan seluruh kemampuan demi satu tujuan mulia, menghadirkan kepastian bagi keluarga yang masih menanti kabar orang-orang tercinta.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian korban insiden kecelakaan kerja di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Bolingongot atau lokasi Patung, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Minggu (28/6/2026), tim gabungan akhirnya berhasil menemukan satu korban pada pukul 12.30 Wita.

Korban yang ditemukan diketahui bernama Alip Giparah Tamimuk (18), warga asal Gorontalo yang berdomisili di Desa Mopait. Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi longsor, jenazah korban langsung dibawa dan disemayamkan di rumah duka di Desa Mopait untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara itu, proses pencarian terhadap satu korban lainnya, Rifaldo Kondow (18), warga Desa Wineru, Kecamatan Poigar, masih terus dilakukan. Fokus pencarian saat ini berada sekitar 500 meter dari titik awal kejadian dengan mengerahkan dua unit ekskavator.

Operasi pencarian melibatkan sinergi berbagai unsur, terdiri dari 7 personel TNI, 3 personel Polri, 15 personel Basarnas, serta sekitar 50 orang masyarakat yang bekerja secara terpadu di lapangan.

Ditempat terpisah, Komandan Kodim 1303/Bolaang Mongondow Letkol Inf Manashe Lomo, S.H., M.I.P., menyampaikan bahwa Kodim sejak awal telah mengerahkan personel melalui Koramil 1303-04/Lolayan untuk membantu proses pencarian dan memastikan seluruh kegiatan berjalan aman serta terkoordinasi.

“Operasi ini adalah misi kemanusiaan yang membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama mengingat kondisi medan yang masih sangat berisiko. Kami terus berkoordinasi dengan Basarnas, Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat agar pencarian korban dapat berlangsung secara maksimal,” ujar Dandim.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan kepada seluruh tim yang masih bekerja di lapangan.

Hingga berita ini disusun, proses pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan belum dapat mendekati titik yang diduga menjadi lokasi korban terakhir karena material longsor masih terus bergerak turun sehingga membahayakan keselamatan personel.(Farisa)